Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pakar Pluralisme Agama Kritik Ajaran “Sufi Koplak”

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 September 2013 20:25 8:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 September 2013 20:25
Bagikan
Dr Anis Malik Thoha: Pakar Pluralisme Agama
Bagikan

Hidayatullah.com–Praktek-praktek Pluralisme Agama hingga kini masih saja dilakukan, baik oleh orang Islam sendiri maupun dari penganut agama lain.

Dalam kajiannya bertema “Mencermati Doktrin Pluralisme Agama” di Karanganyar, Surakarta,  Associate Profesor dari Departemen Ushuluddin dan Perbandingan Agama di International Islamic University of Malaysia (IIUM) Dr. Anis Malik Thoha  mengkritik aliran-aliran “sufi koplak” yang berbau pluralisme agama.

“Sufi koplak” yang ia maksud adalah aliran yang mengklaim sufi namun bercampur dengan sinkretisme. 

“Menjamurnya praktik-praktik beragama pluralis, seperti aliran-aliran Sufi Koplak merupakan salah satu implikasi doktrin pluralisme agama,” terangnya, Selasa (03/09/2013) lalu.

Ia menyebutkan salah satu aliran “sufi koplak” itu seperti yang dilakukan sorang seniman berambut gimbal yang mengaku-ngaku sebagai sufi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Identitas sebagai sufi ternyata membawa ketenaran bagi yang bersangkutan. Tawaran terus mengalir. Bahkan Ramadhan tahun lalu, ia dipercaya mengasuh acara di sebuah stasiun televise,” ujarnya.

Anggota Jabatan Keilmuan Islam Malaysia (JAKIM) bidang akidah ini juga memperhatikan, selama Ramadhan yang bersangkutan juga membuat acara religi menggandeng penyanyi dan whirling dervish (seorang penari sufi, red.), paduan suara gereja, dan kelompok Barongsai.

Menurut Anis,  ajaran sufi seperti ini sudah masuk dalam kategori menyimpang karena mengajarkan kesetaraan atau persamaan dalam beragama dan sinkretisme (percampuradukkan suatu ajaran agama, red.).

Seperti diketahui, Anis Malik Thoha menyelesaikan doctor di International Islamic University Islamabad dengan disertasi berjudul: “Al-TaÑaddudiyyah al-Diniyyah: Ru’yah Islamiyyah (Pluralisme Agama, Pandangan Islam).

Disertasinya ini mendapat tiga penghargaan sekaligus: Gold Medal dari International Islamic University Islamabad (2005), Isma’il Al-Faruqi Publications Award dari International Islamic University Malaysia (2006) dan bukunya “Trend Pluralisme Agama” mendapat Best Non-Fiction Book Award dari Islamic Book Fair 2007, Jakarta.

Kader NU yang kini mengajar di Malaysia ini mungkin satu-satunya pakar bidang pluralisme agama yang dimiliki Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Pluralisme agamasinkretismesufi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendagri Mesir Lolos Bom, Militer Perkirakan Pihak Luar ikut Bermain
Tulisan selanjutnya Grup Metal Lamb of God Dilarang Pentas di Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?