Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Setelah 40 Tahun, Kekeliruan Prof Harun Nasution Diungkap di Padang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2013 12:13 12:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2013 12:13
Bagikan
Buku "Restorasi Teologi: Meluruskan Pemikiran Harun Nasution" karya Dr. Eka Putra Wirman
Bagikan

Hidayatullah.com–Setelah berlalu 40 tahun, kekeliruan pemikiran teologi Prof Dr Harun Nasution kembali diungkap. Hal itu terungkap dalam acara bedah buku berjudul “Restorasi Teologi: Meluruskan Pemikiran Harun Nasution” (Bandung: Nuansa Aulia, 2013), di IAIN Imam Bonjol, Padang, Rabu (18/09/2013).  Buku itu adalah buah karya Dr. Eka Putra Wirman, dosen fakultas Ushuluddin IAIN Padang.

Yang bertindak sebagai pembedah adalah Prof. Dr. Duski Samad, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Padang  yang juga mantan murid Harun Nasution di Pasca Sarjana UIN Jakarta dan Dr. Adian Husaini, Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Hadir juga dalam acara tersebut, sejumlah professor  yang pernah menjadi murid Nasution dan beberapa dosen serta mahasiswa IAIN Padang.

Acara dibuka olehRektor IAIN Padang  yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Syafruddin M.Ag.

Melalui kajiannya terhadap kitab Hasyiah, karya Syeikh Muhammad Abduh, Dr. Eka membuktikan bahwa kesimpulan Harun Nasution tentang teologi Muhammad Abduh adalah keliru.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Melalui bukunya, Muhammad Abduhdan Teologi Rasional Mu’tazilah (UI Press, 1987), Harun Nasution menyimpulkan bahwa Muhammad Abdul adalah penganut teologi Mu’tazilah. Bahkan, dalam pernyataannya yang lain, Harun Nasution menyatakan, bahwa Muhammad Abduh lebih Mu’tazilah ketimbang Mu’tazilah.

Buku Harun Nasution tersebut merupakan intisari disertasi doktornya di Mc Gill University Canada tahun 1968 yang berjudul“The Place of Reason in Abduh’s  Theology: Its Impact on His Theological  System and Views”.

Kesimpulan itulah yang dibuktikan kekeliruannya oleh Dr. Eka.

Hasil kajian terhadap kitab Hasyiah dan RisalahTauhid, menunjuk kan dengan jelas, bahwa Syeikh Muhammad Abduh bukanlah penganut Mu’tazilah, tetapi penganut Ahlus Sunnah dan pembela Imam Asy’ari.  

Bahkan, berulang kali, dalam kitabnya, Syeikh Muhammad Abduh menyebut logika-logika Mu’tazilah sebagai “dangkal”, “tidak filosofis”, dan “bodoh” (man laaaqlalahum). 

“Bagaimana mungkin Harun Nasution bisa menyimpulkan hal yang 180 derajat bertentangan dengan fakta isi Kitab Hasyiah karya Muhammad Abduh?” kata Eka, yang menyelesaikan Doktornya tahun 2003 di Qarawiyin University,  Maroko. 

Pada kesempatanitu, Dr. Adian Husaini menyatakan, bahwa temuan Dr. Eka Putra Wirman menyangkut Harun Nasution itu merupakan temuan penting, karena selama berpuluh tahun gagasan pembaruan studi Islam Harun Nasution didasarkan atas klaim keunggulan Mu’tazilah atas Ahlus Sunnah.

“Klaim Harun Nasution itu pun keliru, karena selama ratusan tahun umat Islam mencapai kejayaannya justru dengan berpijak atas teologi Ahlus Sunnah,” papar Dr. Adian yang memaparkan sejumlah tulisan Harun Nasution tentang keunggulan Mu’tazilah.

Lebih jauh, Adian juga mengajak para akademisi untuk mengevaluasi gagasan pembaruan studi Islam setelah 40 tahun berjalan.

“Terbukti, ide untuk memajukan studi Islam agar mengikuti teologi Mu’tazilah dan metode orientalis telah gagal memajukan studi Islam di Indonesia,” kata Dr Adian.

Prof. Dr. Duski Samad menyatakan, bahwa dalam dunia akademis, tradisi kritik perlu ditumbuhkan. Sebagai mantan murid Harun, ia menunjukkan berbagai fakta tentang kesalehan pribadi Harun. Sejumlah hadirin juga mengapresiasi “keberanian” Dr. Eka dalam mengkritik pemikiran Harun Nasution secara mendasar, mengingat banyak murid Harun telah menjadi guru besar di berbagai perguruan tinggi.

 Adian mengusulkan agar dilakukan muzakarah para pakar untuk mengkaji temuan Dr. Eka, agar tercapai pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif.*

baca juga: baca juga: Harun Nasution, Mu’tazilah dan Mitos Pembaruan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gurubesarHarun NasutionIAINmohammad abduhMu’tazilahPadangpemikiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rugi Besar, BlackBerry PHK Ribuan Karyawan Lagi
Tulisan selanjutnya Wali Kota Bandung Canangkan Forum Masjid Bandung Juara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?