Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Nikah Beda Agama Membuat Rini Kehilangan Ayah

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2013 16:03 4:03 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Oktober 2013 16:03
Bagikan
Ayung saat dalam persidangan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pernikahan adalah momen spesial yang selalu dinantikan setiap orang. Namun siapa sangka, momen penting itu justru berbuah mala petaka bagi Rini Fitriana (30).

Kisahnya bermula ketika Rini merasa berbunga-bunga tatkala ada seorang pria bernama Yung Indrajaya Kosasih (32) alias Ayung berkunjung ke rumahnya menyampaikan keinginan untuk menikahinya.

Meski pemuda tersebut beragama non Muslim, ayah Rini, Yoyo Halim Mulyana memberikan restu asal sebelum menikah Ayung masuk Islam.

Ayung menyanggupi persyaratan tersebut. Beberapa saat sebelum menikahi Rini, Ayung kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan tokoh Islam setempat.

Pada 4 Mei 2009, pasangan Rini dan Ayung menikah di Desa Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hal ini dibuktikan dengan adanya buku nikah yang dikeluarkan KUA Cigugur.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Rini dan Ayung pun merengkuh nikmatnya menjadi pengantin baru yang penuh dengan kasih sayang. Namun, petaka datang. Memasuki pernikahannya yang seumur jagung Ayung menampakkan tabiat aslinya.

Rini berkisah, beberapa pekan setelah menikah, Ayung kembali kepada agama semula (murtad). Hati Rini teriris-iris mendengar pengakuan suaminya itu.

“Ayung tidak pernah shalat. Ayung seperti setengah hati masuk Islam,” jelas Rini di Islamic Center Cirebon, Rabu (23/10/2013) siang.

Persoalan tidak sebatas itu. Ayung pun dengan arogannya mengubah status agama Rini pada kartu keluarga dan KTP dengan agama non Muslim. Meski begitu Rini berusaha tabah menghadapi ujian ini dengan tidak menceritakan persoalan ini kepada kedua orangtuanya.

Pernikahan mereka dikaruniai anak laki-laki bernama Jansen. Ayung mengatakan ke Rini kalau Jansen tidak boleh diajarkan tentang Islam. Bahkan Ayung marah besar jika Jansen dipakaikan kopiah, baju, dan sarung.

“Awas ya kamu ngajar-ngajarin Jansen Islam!” kata Rini meniru ancaman Ayung.

Meski kehidupan rumah tangga Rini dan Ayung diterpa ‘konflik’ tetapi mereka sempat pindah rumah yang dibeli Rini. Rumah baru tersebut berada di daerah Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.

Sebelum menempati rumah barunya, Rini selama tiga tahun tinggal di rumah mertua. Rini sempat ditentang oleh sang mertua ketika hendak pindah ke rumah yang baru dibelinya.

“Mertua menolak saya untuk pindah rumah. Mereka tidak ingin Jansen lebih dekat dengan saya yang memang saya menginginkan Jansen menjadi seorang Muslim,” jelasnya.

Murka Ayung

Hari demi hari terjadi ketidakcocokan pada persoalan membuat Rini dan Ayung pisah ranjang selama 3 bulan. Setelah tiga bulan berlalu, Ayung membujuk Rini untuk rujuk. Rini menolaknya.

“Ayung membujuk saya untuk rujuk. Yang membuat saya menolak, Ayung tetap bersikeras tetap pada agamanya (Kristen),” kata Rini. 

Sikap Rini ini membuat Ayung gelap mata. Puncak arogan Ayung terjadi pada 23 Mei 2013. Malam itu hujan tidak begitu lebat, kebetulan kedua orangtua Rini tengah berkunjung ke rumah Rini. Kunjungan orangtua Rini ini rupanya semakin membuat Ayung marah besar.

Selepas menjemput Rini dari tempat kerjanya di dealer mobil ternama, Ayung bergegas masuk ke rumah melalui pintu belakang. Ayung tidak menjawab ketika ayahnya Rini menyapa.

Dengan langkah bergegas, Ayung mengambil sebuah botol bekas air minum mineral ukuran 1,5 liter yang berisi bensin yang berada di belakang rumahnya. Ayung lantas menyiram bensin tersebut ke tubuh ayah mertuanya.

Beberapa detik kemudian Ayung menyalakan korek api dan melemparkan ke tubuh Yoyo. Dengan terus mengerang kesakitan, Yoyo lantas berlari keluar rumah berusah memadamkan api yang membakar tubuhnya dengan air hujan.

Yoyo berguling-guling terus berusaha memadamkan api. Ayung tidak tinggal diam, ia gelap mata terus memburu sang mertua denga menyiram bensin yang masih tersisa ke tubuh Yoyo.

Melihat penyiksaan yang dialami ayahnya, Rini lantas menghalang-halangi Ayung agar tidak melanjutkan aksi menyiram bensin. Rini kemudian memeluk Ayung, hingga kemudian Ayung dan Rini juga ikut terbakar.

Warga berdatangan, barulah api bisa dipadamkan. Yoyo, Rini, dan Ayung akhirnya dirawat di rumah sakit Sumber Kasih. Takdir berkehendak lain. Pada 31 Mei 2013 Yoyo menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat di rumah sakit selama sepekan.

Kini, Ayung harus bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukannya. Rabu (23/10/2013) Ayung telah melakukan persidangan ke empat sebagai terdakwa di PN Kelas 1B Cirebon, Jawa Barat.

Kasus ini menyulut kemarahan umat Islam Cirebon. Di setiap persidangan Yung, massa dari berbagai ormas Islam memenuhi ruang persidangan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cirebonislammurtadnikah beda agamaormas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Edinburgh Minta Kondom Dilarang di Sauna
Tulisan selanjutnya Sebagai Tanggung Jawab Akidah, MUI Pusat Terbitkan Buku Penyimpangan Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?