Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adian: Orang Kristen di Indonesia banyak juga Kritisi Penggunaan kata “Allah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2013 15:53 3:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2013 15:53
Bagikan
Perdebatan penggunaan kata "Allah" bagi agama Kristen di Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com—Penulis buku “Wajah Peradaban Barat: dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-Liberal” Dr Adian Husaini mengatakan, banyak juga di kalangan masyarakat Kristen di Indonesia yang mengkritisi penggunaan “Allah“.

Pernyataan ini disampaikan saat diminta menanggapi pernyataan seorang tokoh di Indonesia yang belum lama ini memprotes keputusan pengadilan banding di Malaysia hari Senin (14/10/2013) yang memutuskan bahwa Kristen tidak bisa menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Tuhan agama mereka.

“Orang Kristen di Indonesia sudah banyak juga yang mengkritisi tidak mau gunakan kata Allah, aneh kalau ada orang Islam justru sebaliknya,” tambahnya saat ditemuhi hidayatullah.com, dalam sebuah acara silahturahim ulama di Jakarta Rabu (23/10/2013).

Belajar dari sikap pemerintah Malaysia yang melarang penggunaan kata Allah, anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini menilai sudah sewajarnya umat Kristen di Indonesia juga mengkaji ulang.

Pria yang menyelesaikan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) dengan disertasi “Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of the Ad Gentes and the Nostra Aetate” ini mengaku sudah meneliti Bibel terjemahan edisi tahun 1968, bahwa penggunaan kata Allah di kalangan Kristen di Indonesia dinilai serampangan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kristen itu tidak punya nama tuhan, di Bali Sang Hyang Yesus, di Barat beda lagi,” jelasnya kepada hidayatullah.com.

Adian menambahkan, orang Kristen harusnya kembali meninjau penggunaan kata Allah dalam Alkitab.

Lagi pula menurut Adian, penggunaan kata Allah oleh umat kristiani Indonesia tidaklah memiliki kepentingan apapun, selain misi kristenisasi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kata Allahkristenkristenisasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa Indonesia di Turki Sambut Aher dengan Salam R4BIA
Tulisan selanjutnya Unggul Dua Polling Capres, Habib Rizieq Enggan Nyapres pada 2014

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?