Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Din Syamsuddin dalam sambutannya pembukaan Tanwir I, Nasyi’atul Aisyi’ah (NA) menyoroti kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang terlibat politik praktis dan hubungan Muhammadiyah yang secara umum bersikap memisahkan diri dari kepentingan politik praktis.
“Jangan ada yang murtad dari Muhammadiyah hanya dikarenakan kepentingan politik semata. Kader-kader handal Muhammadiyah harus mampu menunjukkan loyalitas tinggi dan membawa Indonesia menjadi negara yang berkemajuan. Mari kita jadikan Muhammadiyah ini menjadi kiblat bangsa,” demikian disampaikan Din dalam sambutannya yang disampaikan di aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Jalan Kertomenanggal IV, Surabaya, Kemarin Ahad (03/11/2013).
Hadir pula pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, serta beberapa tokoh Jawa Timur
Dalam kesempatan itu itu, Din juga menambahkan masih banyaknya tugas Nasyi’atul Aisyiyah (NA) yang berguna untuk membenahi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Ini kondisi riil, Jawa Timur juga menjadi lahan yang harus diupayakan gerakan ini untuk mengentaskan kemiskinan. Meski ini tidak mudah, tapi saya yakin NA mampu melakukan ini,” tambahnya.
Menurutnya, pengarusutamaan advokasi perempuan dan anak melalui pendidikan profetik menjadi salah satu tugas krusial dalam mewujudkan bangsa yang mandiri, berdaya dan penuh rahmat bagi umat.
“Profetik secara makna adalah bagaimana mewujudkan spirit nilai-nilai kenabian menjadi dasar bagi terwujudnya prikehidupan perempuan dan anak yang lebih berkualitas baik,” demikian diungkapkan.
Sementara itu, Hatta Rajasa sebagai Keynote Speech, menyampaikan posisi pandangannya terkait pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun diikuti dengan kesenjangan yang tinggi.
”Ini menjadi peringatan bahwa Negara harus mampu menghadirkan pasar sosial, yakni Negara harus hadir untuk memberikan proteksi bagi industri yang lemah tidak hanya bernafas pada kepentingan liberalisasi penting juga untuk meningkatkan harapan hidup Ibu dan anak sebagai bagian dari proses tradisi demokrasi yang berkualitas,” pungkasnya.
Seperti diketahui, rangkaian acara Tanwir 1 Nasyiatul Aisyiyah, akan berlangsung mulai tanggal 3-5 Novemver 2013.
Sedianya hari ini Senin (04/11/2013) akan dihadiri adalah Irjen Pol Anang Iskandar, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Wakil Ketua KPK RI Dr. Busyro Muqoddas , serta kemarin malam (03/11/2013) Dr. Hj. Latifah Iskandar (anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia-KPAI).
Rangkaian acara tanwir ini sebelumnya didahului dengan Pelatihan Manajemen Organisasi, yang ditujukan untuk merevitalisasi keorganisasian nasyiah untuk lebih mengedepankan kegiatan.*/kiriman Dzar Al Banna