Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Lagi, Terungkap Kasus Pemurtadan Berkedok Pernikahan di Cirebon

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Desember 2013 01:34 1:34 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Desember 2013 01:34
Bagikan
Nurmala saat memberi kesaksian di Islamic Center Attaqwa Cirebon, Jawa Barat
Bagikan

Hidayatullah.com–Kasus pemurtadan berkedok pernikahan kembali terungkap di Cirebon, Jawa Barat. Nurmala (33), muslimah asal Desa Situ Wetan Plered, Cirebon dipaksa murtad oleh suaminya Stevanus yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nurmala berkisah, sebelum dinikahi oleh Stevanus, ia sempat dipacari dan dihamili. Peristiwa ini terjadi di Jakarta pada tahun 2000.

“Saya bertemu Stevanus di Jakarta. Lalu saya dipacari dan dihamili. Saya mengakui, bahwa saat itu saya salah langkah,” kata Nurmala ketika ditemui hidayatullah.com di Islamic Center Attaqwa Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11/2013) siang.

Dalam kondisi hamil, saya diminta pulang ke Cirebon oleh orang tua. Ayahnya meminta Nurmala untuk memutuskan hubungan dengan Stevanus. Namun selang bebarapa hari di Cirebon, Stevanus menyusul.

“Ternyata Stevanus menyusul saya ke Cirebon dan mengancam-ancam keluarga saya kalau anak yang berada di kandungan saya harus diberikan ke dia. Kalau tidak, ia mengancam akan membelah perut saya,” ucap Nurmala.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ayahnya Nurmala akhirnya memberikan pilihan kepada Stevanus. Stevanus boleh menikahi Nurmala dengan syarat ia mau menjadi mualaf. Diluar dugaan Stevanus menyanggupinya. Lalu Nurmala dan Stevanus pun menikah dengan cara Islam tahun 2000. Sepekan sebelum menikahi Nurmala, Stevanus mengucapkan dua kalimat syahadat.

Beberapa jam setelah akad nikah, Stevanus meminta izin untuk membawa pergi Nurmala ke Flores. Karena memang Nurmala sudah menjadi tanggung jawab Stevanus, maka orang tua Nurmala mengizinkannya. Setelah menjadi mualaf, Nurmala melihat Stevanus tidak pernah belajar Islam dan tidak mau diajak shalat.

“Di Flores Stevanus murtad. Pada Agustus 2000, saya lalu dimasukan Stevanus bekerja di SMA Katolik sebagai tata usaha. Awal saya bekerja di sana, mereka memperlakukan saya dengan baik,” kenang Nurmala dengan linangan air mata.

Petaka itu datang. Beberapa lama kemudian, Nurmala mulai didoktrin. Ia dipaksa keluarga Stevanus untuk masuk Katolik. Ia juga meminta Nurmala untuk menikah secara Katolik.

“Akhirnya dengan sangat terpaksa, pada 2 Agustus 2002 saya dinikahkan kembali dengan cara Katolik di Gereja Katedral, Flores. Stevanus bilang, ’waktu itu aku sudah menuruti kemauan keluarga kamu menikah secara Islam, maka sekarang kamu harus ikuti kemauan keluarga saya, menikah secara Katolik.’,” terangnya.

Setelah dinikahi secara Katolik, Nurmala mendapat nama baptis dari pihak gereja. Nama baptisnya Theresia Nurmala. Meski telah dipaksa masuk Katolik, Nurmala mengaku tetap menjalankan shalat lima waktu. Ini lah yang membuat Stevanus marah. Nurmala kerap mendapat intimidasi dan ancaman, baik dari Stevanus maupun dari keluarga besar Stevanus.

Tidak tahan dengan penderitaan yang dialaminya, Nurmala sempat beberapa kali mencoba kabur. “Saya pernah mencoba kabur bersama anak saya. Saya sempat sampai pelabuhan bersiap-siap naik kapal. Akan tetapi tertangkap lagi oleh keluarga Stevanus. Karena memang sulit, Flores itu kota kecil.”

Agar tidak kabur lagi, Nurmala selalu dicekoki obat tidur. Selama bertahun-tahun Nurmala hidup dengan pengaruh obat tidur. Nurmala tidak pernah menceritakan penderitaan yang dialami ke orangtuanya di Cirebon. Nurmala tidak mau orang tuanya panik, karena Flores jauh. Sementara orang tuanya Nurmala dari berasal keluarga tidak mampu.

Beberapa tahun kemudian, Nurmala diboyong oleh Stevanus pindahan rumah ke Cileungsi, Jawa Barat. “Di sana saya tinggal di perumahan baru yang mayoritas tetangga saya itu kenalannya Stevanus yang dari Flores. Perumahan itu jauh dari akses transportasi umum. Selama saya tinggal di Cileungsi, saya tidur di samping golok dan pedang. Saya selalu diancam, agar jangan macam-macam. Kalau berani lari, saya mau dibunuh,” ujar Nurmala.

Dalam shalat-shalatnya ia berharap kepada Allah agar dapat keluar dari penderitaan yang dialaminya. Suatu ketika Stevanus berhenti bekerja dan memilih untuk berdagang. Stevanus berdagang hingga ke Flores. Kesempatan ini ia gunakan untuk kabur.

“Saat Stevanus sedang ke Flores, lalu saya manfaatkan untuk kabur, dibantu oleh tetangga saya yang Muslim. Saya bawa barang-barang saya dan anak-anak saya ke Cirebon,” katanya.

Alhamdulillah Nurmala telah melepaskan diri dari cengkeraman Stevanus. Nurmala telah mengadukan kasus yang dialaminya ini ke Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) Cirebon.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cirebonnurmalapemurtadanpernikahan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Kunci Keharmonisan Rumah Tangga (2)
Tulisan selanjutnya Berdarah Tiga Negara, Remaja Malaysia ini Jadi Tukang Masak di Cirebon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?