Hidayatullah.com—Gerah melihat praktek toleransi di beberapa tempat, hari Kamis (19/12/2013) Gerakan Ummat Islam Bersatu(GUIB) Jawa Timur berkunjungan ke Dinas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya.
“Selain silatuhrahim, GUIB memberikan informasi kepada Bakesbangpol tentang keresahan masyarakat atas praktik toleransi yang campur-aduk, khusunya yang semarak saat menyambut Perayaan Natal, “ ujar Sekjen GUIB Jatim, M. Yunus.
Menurutnya, banyak laporan masyarakat tentang pendirian rumah ibadah ilegal, juga pemaksaan terhadap karyawan Muslim untuk menggunakan atribut Kristen oleh pemilik usaha.
Sebagai pelindung masyarakat pemerintah kota Surabaya, menurut Yunus, Bakesbangpol harus segera mengambil tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang dianggap sensitif dalam keberagamaan ini.
GUIB berharap Kondisi yang stabil dab aman menjelang Natal dab Tahun Baru ini terus terjaga dan tidak di rusak oleh oknum-oknum yang memanfaatkan hal-hal sensitif yang sengaja dilempar oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Dinas Bakesbangpol, Soemarno menerima baik laporan dan pengaduan masyarakat lewat GUIB ini, dan beliau berjanji akan segera mengambil tindakan secepatnya.
“Insya Allah segera kami tindak lanjuti laporan ini, dan saya ucapkan terimakasih telah memberi informasi,” ungkap Soemarno.
Soemarno menambahkan bahwa secara umum kehidupan masyarakat Surabaya sangat damai dan aman.Nah untuk menjaga kerukanan dan kedamain yang telah tercipta di masyarakat kami butuh kerjasama semua elemen masyarakat termasuk , termasuk para ulama dan Ormas-ormas Islam.
Selain beberapa hal diatas yang telah disampaikan, perwakilan GUIB juga menyampaikan harapan masyarakat surabaya agar Pemerintah Kota Surabaya segera memiliki Peraturan Daerah yang berkaitan dengan minuman Keras(miras). karena peredaran miras sudah sangat mengkhwatirkan.
GUIB juga memperigatkan pemerintah akan bahayanya pergaulan bebas yang biasanya memanfaatkan momen pergantian tahun sebagai ekspresi kebebasan oleh para remaja, karena biasanya pada malam tahun baru banyak pasangan remaja yang mesum.
Himbauan MUI
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Jawa Timur menghimbau perusahaan untuk tidak memaksakan baju Sinterklas kepada karyawannya yang Muslim.Himbauan ini disampaikan kepada MUI Jatim guna menghargai perbedaan agama dan keyakinanan masing-masing.
“Himbauan ini disampaikan agar perusahaan bisa menghargai perbedaan keyakinan karyawannya dan tidak perlu memaksakan, “ demikian ujar Mohammad Yunus, Sekretaris MUI Jawa Timur dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada hidayatullah.com, Selasa (17/12/2013).*