Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Menulis, Senjata Dai Melawan Barat

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 Desember 2013 09:18 9:18 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 22 Desember 2013 20:10
Bagikan
Halaqah Peradaban di Depok.
Bagikan

Hidayatullah.com–Salah satu senjata melawan hegemoni Barat adalah ilmu. Ilmu diperoleh di antaranya dengan banyak membaca. Hasil dari membaca sebaiknya ditransformasi menjadi tulisan.

Demikian salah satu kesimpulan dari kajian pekanan Halaqah Peradaban di Masjid Ummul Quraa, Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 18 Shafar 1435 H (21/12/2013) usai Shubuh.

Dalam acara yang diisi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah Bidang Pelayanan Umat Drs Tasyrif Amin ini, para dai diharapkan tak hanya cakap spiritual. Tapi juga cakap intelektual, termasuk menulis.

Tasyrif mengingatkan para dai untuk memahami Islam seutuhnya. Dari pemahaman inilah yang bisa dijadikan bahan tulisan.

“Pemahamannya dengan zikirnya bisa menjadi sebuah tulisan. Banyak (yang) bisa membaca, tapi tidak bisa menulis,” ujarnya di depan ratusan jamaah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Tasyrif, saat ini sudah banyak dai yang telah berkarya lewat tulisan. Namun, kebanyakan masih dalam batas ‘ulumuddin (ilmu-ilmu agama).

“Diharapkan ada yang menulis tentang sains,” imbuhnya.

Beda Barat dengan Islam

Dikatakan, dalam kancah keilmuan, ada perbedaan mendasar antara Islam dengan non-Islam, yaitu sikap mental.

Dalam Islam, kata kunci berilmu adalah tawaddu atas hadirnya wahyu. Sedangkan kunci tegaknya peradaban ada di surat al-‘Alaq.

Sehingga, jelas Tasyrif, untuk mencetak kader Islam, metodenya bisa dicontoh dari urut-urutan turunnya wahyu Allah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dijelaskan, “Iqra'” sebagai wahyu pertama merupakan perintah membaca kepada Muhammad. Inilah unsur keilmuan dalam Islam.

“Kita harus mencetak kader yang ahli baca. Karena tidak mungkin kita bersaing dengan Barat kalau referensi keilmuan kita ini kurang,” imbuh Tasyrif.

Dia mencontohkan, pendiri Hidayatullah Allahuyarham Ustadz Abdullah Said semasa hidupnya sangat aktif menulis. Tulisan di majalah bulanan Suara Hidayatullah saat itu dipenuhi banyak hasil karyanya, yang rata-rata dicetuskan usai shalat lail.

Selain itu, Tasyrif berpendapat, antara intelektual dan spiritual para dai harus berimbang. Sosok dai seperti ini terinspirasi surat al-Qalam sebagai wahyu kedua yang turun.

“Sosok mujahid yang lahir dari al-Qalam (menjadi) pemikir sekaligus ideolog. Apapun yang dipikirkan, dia harus mengantar orang untuk ber-Qur’an,” tandasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GP Ansor Kerahkan 25 Ribu Anggota Amankan Gereja saat Natal
Tulisan selanjutnya New York Larang Rokok Elektrik di Dalam Ruangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?