Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

YLKI: Rokok Seharusnya Diperlakukan Seperti Narkoba

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Desember 2013 21:45 9:45 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Desember 2013 21:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rokok seharusnya diperlakukan sama seperti narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang (narkoba) karena rokok mengandung nikotin yang menimbulkan efek ketergantungan pada penggunanya. Usulan ini sudah pernah diwacanakan, tetapi tidak pernah dibahas secara lebih mendalam.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, mengatakan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Cukai nomor 39 tahun 2007, rokok juga harus diperlakukan sama dengan minuman keras karena sama-sama dikenai cukai. Produk yang dikenai cukai konsumsinya harus dikendalikan, peredarannya perlu diawasi karena pemakaiannya berdampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, dan pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan.

“Mengacu pada UU ini saja pemerintah sudah melanggar. Rokok dijual sangat bebas dan tidak ada pengendalian peredarannya,” kata Tulus dalam suatu diskusi pada Senin (23/12/2013).

Sementara itu Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Agustin Kusmayati mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan tenggang waktu terlama, yaitu selama 1,5 tahun atau 18 bulan untuk implementasi kebijakan pencantuman peringatan kesehatan pada kemasan rokok usai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 efektif diundangkan.

Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang hanya lima bulan, Thailand yang hanya enam bulan, Malaysia yang hanya sembilan bulan dan Brunei Darussalam yang hanya enam bulan, Indonesia sudah memberikan toleransi yang sangat besar bagi industri rokok.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Penyesuaian yang dilakukan, antara lain membuat kemasan baru dan menghabiskan stok. Padahal berdasarkan hasil pemantauan Badan POM selama periode Januari-Juni 2010, mengubah kemasan rokok bisa dilakukan dalam waktu 1-3 bulan saja,” katanya kepada Media Indonesia.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Copot Kenegaraan Warganya yang Berperang di Suriah
Tulisan selanjutnya densus 88 Kontras Nilai Densus 88 Masih Sering Langgar HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?