Hidayatullah.com–Menteri Agama Suryadharma Ali berharap Dana Abadi Umat (DAU) bisa segera dimanfaatkan untuk program pemberdayaan umat,utamanya untuk memberdayakan masjid.
Berdasarkan UU No 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, DAU adalah sejumlah dana yang diperoleh dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat dan/atau sisa biaya operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji, serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat.
“Surplus penyelenggaraan haji tahun ini lebih dari 400M. Saya ingin 20% nya masuk ke DAU, sisanya dikembalikan kepada dana haji,” terang Menag kepada pers usai mengikuti “Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434H”, Jakarta, Rabu (29/001/2014).
Menag mengatakan bahwa sampai sekarang DAU belum dipakai satu rupiahpun.
“Itu belum dipergunakan karena harus ada ketentuan yang menyertainya. Ketentuan-ketentuan itu sekarang belum ada,” terang Menag dikutip laman Kemenag.
Kalau sudah bisa digunakan, Menag mengaku ingin memfokuskan pemanfaatan DAU pada kegiatan yang gampang diukur, misalnya renovasi masjid.
“Masjid itukan gampang diukur dan jamaah haji bisa bangga karena merasa bahwa itu peninggalan kami,” tutur Menag.
Sesuai UU No 13/2008, DAU kegiatan pelayanan Ibadah Haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, sosial keagamaan, ekonomi, serta pembangunan sarana dan prasarana ibadah.
Menag berhitung bahwa kalau DAU yang ada sekarang mencapi 2.3 Triliun. Dengan nilai manfaat sebesar 6%, maka dalam setiap tahunnya, dana yang bisa terkumpul dari nilai manfaat tersebut bisa m mencapai 138 Miliar.
“Jika satu masjid dibangun dengan dana 1 Miliar, maka dalam satu tahun ada 138 masjid yang bisa dibangun. Dalam tempo 8 tahun, berarti bisa lebih dari 1000 masjid,” kata Menag.
“Kalau Orde Baru 32 tahun membangun 1.000 masjid, haji bisa 8 tahun,” tambahnya.
Menag mengatakan bahwa harapan ini sudah diperjuangkan dari tahun 2012, namun belum kunjung selesai. Sebab, lanjut Menag, untuk memanfaatkan DAU, harus ada peraturan pemerintahnya, harus ada badan pengawasnya.
“Ini belum bisa kita laksanakan karena perangkatnya belum ada. Karenanya saya titipkan kepada Dirjen Haji agar segera disiapkan perangkat-perangkatnya,” tutup Menag. *