Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Al Qur’an Tidak Bisa Dipelajari Otodidak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Januari 2014 11:13 11:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Januari 2014 11:13
Bagikan
Santri Al Bahja sedang mengaji
Bagikan

Hidayatullah.com–Al Qur’an adalah mukjizat yang didalamnya terkandung hukum, sejarah, dan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang harus diimani. Sehingga Al Qur’an adalah himpunan ilmu yang tak bisa dipelajari dengan cara otodidak atau belajar sendiri.

Koordinator Grand MBA Pusat, Ustadz Agung Tranajaya, Lc, M.Psi, mengatakan bahwa Al Qur’an sarat dengan banyak hal ihwal yang mendalam dan terkesan rumit tapi sesungguhnya sangat mudah jika kita ingin mempelajarinya. Namun sebagaimana bahasa, Al Qur’an tidak bisa dipelajari tanpa ada guru yang mengajarkan.

“Belajar Al Qur’an itu seperti belajar bahasa. Mempelajari suatu bahasa itu harus ada yang mencontohkan, harus ada guru, dan ada yang kompeten mempraktikkan,” kata Agung Tranajaya ditemui hidayatullah.com di kantornya, Kamis (30/01/2013).

Dalam bahasa Jawa misalnya, menurut Agung, tidak bisa orang belajar bahasa Jawa secara otodidak. Diperlukan guru yang bisa bahasa Jawa. Karena di dalam bahasa itu ada hal hal yang memang harus dicontohkan baru dapat diketahui cara mengucapkannya.

Agung mencontohkan, dalam bahasa Jawa misalkan, ada kata loro yang artinya dua dengan “loro” artinya sakit, keduanya jelas memiliki cara dan bunyi pengucapan yang berbeda walau sama secara teks. Ada Juga kata mendem (mengubur) dan mendem (mabuk), serupa tapi tak sama.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sama tulisan, beda penyebutan, dan itu beda artinya. Jadi untuk mengetahuinya tidak bisa otodidak, harus mendengar melihat bagaimana sih caranya. Begitulah Al Qur’an,” katanya.

Dalam bahasa apapun, kesalahan mengucapkan bisa menyebabkan salah dimaknai. Kondisi serupa akan berakibat fatal apabila terjadi dalam melafazkan Al Qur’an.

“Ini menjadi lebih penting ketika kita belajar bahasa Al Qur’an yang di dalamnya ada hal hal yang harus diimani, ada hukum, ada sejarah, dan Al Qur’an itu adalah firman Allah Subhahanu Wata’ala yang diturunkan untuk membimbing manusia ke jalan yang benar,” imbuh Agung.

“Di sinilah mengapa belajar Al Qur’an, tajwid, dan tahsin itu menjadi sangat penting,” tambahnya.

Menurut Agung banyaknya lembaga atau pribadi yang menawarkan metode atau sistem membaca Al Qur’an dengan cepat hanyalah sebagai pintu masuk saja untuk menggugah kesadaran bahwa ternyata Al Qur’an itu memang mudah dipelajari sehingga orang tertarik belajar.

Ketika seseorang sudah tertarik belajar, maka dia tidak akan berhenti belajar karena sudah timbul rasa suka dan cinta. Setelah itu, belajar Al Qur’an tidak bisa secara instan. Terutama yang tidak bisa instan itu adalah sifat dan makhraj huruf.

“Harus berlatih, apalagi yang notabene di Indonesia, sukunya beragam, bahasa beragam, itu tidak bisa instan. Karena karakter bahasa Arab itu berbeda dengan bahasa lainnya,” tandasnya.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Ingin Dana Abadi Umat untuk Berdayakan Masjid
Tulisan selanjutnya Tragedi Iman Seorang Hafidz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?