Hidayatullah.com—Meski banyak Organisasi Massa (Ormas) Islam dan ulama mengajak umat Islam ikut ambil bagian mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, namun tak semua orang setuju.
Salah satunya adalah Ja’far Umar Thalib. Dalam kajian “Hakikat Dakwah Salafiyyah” yang diadakan di Bekasi, Jawa Barat belum lama ini. Mantan Panglima Laskar Jihad Ambon ini menganggap Pemilu adalah produk demokrasi dari Barat yang dinilai haram.
Selain itu, menurunya, demokrasi itu bid’ah karena landasannya pun bid’ah yang bertentangan dengan Islam.
“Demokrasi itu bid’ah karena dibuat oleh filsuf Barat yang toleh (bejat), yakni Aritoteles dan Plato. Dan landasannya pun bid’ah, bertentangan frontal dengan ajaran Islam,” demikian ucap Ja’far Umar Thalib tegas menjawab pertanyaan salah satu penanya.
Ja’far Umar Thalib menilai bahwa paham demokrasi bukanlah solusi untuk sebuah bangsa. Yang membuat demokrasi adalah haram, termasuk slogan ‘suara mayoritas adalah suara tuhan’, sebagai kesesatan yang nyata. Sebab menurutnya, suara mayoritas pun suara sesat.
Di samping itu, Ja’far melihat paham Pemilu dan demokrasi adalah sebuah paham yang tidak benar. Dianggap tidak benar karena demokrasi hukum tertinggi.
“Dalam Islam itu yang tertinggi adalah hukum al-Qur’an dan as-Sunnah. Pemilu itu bertentangan dengan Islam. Pemilu adalah kemunkaran dan bid’ah,” ujarnya pada jama’ah.*