Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Para Da’i juga Perlu Standarisasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 April 2014 07:51 7:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 April 2014 07:51
Bagikan
Pelatihan Da'i yang diselenggarakan Pos Dai
Bagikan

Hidayatullah.com–Latar belakang objek dakwah yang sangat beragam hanyalah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa para da’i harus selalu punya persiapan yang lebih sebelum ia terjun berdakwah.

Kesimpulan itu tersampaikan dalam acara “Silaturahim Da’i Hidayatullah se-Balikpapan” yang digelar oleh Yayasan Dakwah Center (YDC) Ulul Albab, Balikpapan kemarin.

“Kita semua harus beri apresiasi kepada setiap agenda dakwah yang ada. Sebab dakwah adalah jalan kebaikan yang pernah dilakoni oleh semua Nabi dan utusan Allah.” Ujar Zainuddin Musaddad, Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah, Balikpapan.

Selain sebagai sarana menjalin ukhuwah sesama da’i, acara ini juga dimaksudkan untuk sharing berbagi pengalaman dakwah selama terjun di tengah masyarakat.

Menurut Zainuddin, sebagai pekerjaan yang paling baik di mata Allah, sepantasnya setiap da’i berusaha menampilkan yang terbaik kepada umat dalam setiap dakwahnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk itu Hidayatullah sangat mendukung adanya upaya program standarisasi setiap da’i.

“Yang kita inginkan tentu bukan untuk klasifikasi da’i secara materi. Layaknya ada dai di lahan dakwah “basah” atau “kering”. Bukan pula membagi ada kelompok da’i perkantoran atau pinggiran,” terang Zainuddin.

“Tapi sebagai media para da’i mengoreksi diri sendiri sebelum berdakwah menyampaikan kepada orang lain,” imbuh pria kelahiran Tasikmalaya ini.

Dalam acara yang digelar di Ruang Pertemuan Yayasan Pesantren Hidayatullah tersebut, Nur Kalam, selaku yang kordinator dakwah Hidayatullah wilayah Balikpapan juga menyampaikan harapan besarnya terkait program tersebut.

Menurutnya, hari ini tantangan dakwah kian berat dan beragam. Arus informasi dan budaya barat begitu deras menjejali umat Islam. Tak ada lagi ruang atau waktu yang tersisa. Semuanya telah dipenuhi oleh hegemoni budaya Barat yang begitu menggurita saat ini.

Bagi seorang da’i, hal itu tentunya dimaknai sebagai tantangan untuk bermujahadah lebih maksimal.

Karena itu Nur Kalam mengajak setiap da’i juga terus berbenah dan menambah bekal dalam berdakwah. Salah satunya, masih menurut Nur Kalam, lewat program standarisasi da’i tersebut.

“Insya Allah kita mulai dari yang paling sederhana dulu, yaitu memperbaiki bacaan al-Qur’an hingga benar-benar baik dan terstandar,” ucap Nur Kalam yang disambut senyum oleh sebagian peserta.

“Jangan sampai ada di antara da’i yang merasa sudah tidak mau lagi belajar atau membaca buku,” imbuh Nur Kalam berpesan.

Senada dengan itu, Abdul Qadir Jailani, salah seorang Dewan Pembina Pesantren Hidayatullah juga menyatakan dukungannya atas program yang ia anggap “berani” tersebut.

“Saya anggap berani, karena hal semacam itu belum ada di masa-masa awal Pesantren Hidayatullah berdiri,” ujar Abdul Qadir.

Menurutnya, dulu di masa pendiri hidayatullah, Ustad Abdullah Said belum ada klasifikasi atau standarisasi da’i. Sebab semua santri langsung disuruh pergi ceramah, bahkan langsung terjun ke daerah buka cabang Hidayatullah,” kenang Abdul Qadir sambil tersenyum.

Terakhir, Abdul Qadir mengingatkan kepada setiap da’i yang hendak menyampaikan dakwah kepada orang lain, agar tidak melalaikan ibadah-ibadah nawafil sebagai sandaran kekuatan spiritual seorang Muslim.

Menurutnya, apalah arti bacaan al-Qur’an yang merdu, materi yang begitu hebat, dan retorika yang sangat memukau, jika semua itu hampa dari kekuatan ruhani seorang da’i.

“Ucapan itu bisa berbekas di hati orang lain jika ucapan tersebut benar-benar kita jiwai dan resapi dalam hati. Sebaliknya jika ruhnya kerontang, bisa jadi ucapan tersebut hanya nyangkut di leher atau di telinga umat saja” terang Abdul Qadir.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dai Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peran Intelaktual dalam Peradaban Baru yang lebih Menjanjikan
Tulisan selanjutnya Mantan Pendeta: Murtadnya Seseorang karena tak Peduli Agamanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?