Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muslimah Indonesia jangan Apatis Melihat Persoalan Bangsa

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 April 2014 05:25 5:25 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 April 2014 05:25
Bagikan
Organisasi muslimah menolah RUU KKG
Bagikan

Hidayatullah.com—Islam adalah agama yang terdepan dalam urusan sosial. Karena itu tidak sepantasnya umat Islam, apalagi para Muslimah bersikap masa bodoh, apalagi apatis dengan kondisi bangsa.

Pernyataan ini diungkap Erika Suryani Dewi, salah satu pembicara Kajian Majelis An-Nisaa’ (MANIS) bertema “Bidadari Dalam Dakwah, Peranan dan Perjuangan Wanita Dalam Dakwah”, yang diselenggaraakan di Arrahman Quranic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta.

Menurut Erika Suryani Dewi,  masyarakat, khususnya para Muslimah  perlu terus saja bergerak. Soal hasil, serahkan saja pada Allah.

Bahkan seringkali pula usaha penghentian kemaksiatan dihadang banyak rintangan. Ada saja motifnya. Bahkan ujung-ujungnya semua bermuara urusan uang. Misalnya lahan bisnisnya terusik.

“Seperti rencana penutupan prostitusi. Ada banyak pihak yang marah karena penghasilannya terusik. Bahkan ada pemilik warteg di sekitar lokalisasi bertanya, bagaimana kami mencari makan? Padahal yang memberi rezeki itu Allah,” tutur pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Dirosah Islamiyah (STID DI) Al Hikmah, Jakarta itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Erika menambahkan, bersikap apatis terhadap masalah social, apalagi menghalangi upaya pemberantasan maksiat, sama saja dengan menempatkan kehidupan dunia sebagai sesembahan.

“Seolah-olah Allah tidak akan membenarkan dan tidak bisa memperbaiki dan seolah-olah Allah tidak sanggup memperbaiki. Padahal tidak ada yang mustahil bagi Allah. Tinggal kita bergerak,”ulasnya.

Wanita yang membina belasan majelis taklim itu juga mengatakan, boleh jadi ada banyak doa tidak terkabul karena kita hanya memikirkan diri sendiri dan tidak peduli nasib orang lain.

Jangan  Apatis Persoalan Bangsa

Sementara itu, Wirianingsih, caleg DPR dari PKS daerah pemilihan DKI Jakarta III mengatakan,  berdakwah adalah menjadi bagian dari perubahan bangsa. Dalam perjalanannya dakwah pasti banyak tantangan. Namun, bersikap apatis terhadap proses kebangkitan hanya akan melemahkan perjuangan itu sendiri.

Wirianingsih, menceritakan bagaimana dalam beberapa tahun terakhir terjadi tarik menarik pendapat penggodokan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) di DPR.

Seperti yang diketahui, penggodokan UU ini ramai dibincangkan di media massa. Ada banyak pasal yang rancu dan multitafsir. Salah satunya Pasal 12 huruf a yang menyatakan setiap orang berhak memasuki jenjang perkawinan dan memilih suami atau istri secara bebas. Pasal tersebut bertentangan dengan Pasal 1 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Pasal 12 huruf a, multitafsir. Siapa yang dimaksud suami dan siapa yang dimaksud dengan istri?

“Lelaki yang suka sesama lelaki, disebut pasangan. Sesama perempuan tinggal dibawah satu atap disebut pasangan. Begitu juga heteroseksual. Jika mereka berkumpul didalam satu atap, mereka bisa disebut keluarga,”jelas anggota Komisi IX DPR RI itu.

Hal ini sangat berbahaya. Jika pasal itu berhasil disahkan, gerakan Lesbian Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) mempunyai payung hukum. Konsekuensinya, gerakan LGBT itu akan tumbuh subur dan kita tidak bisa melarangnya

“Kita lagi digempur habis, nantinya UU KKG akan  membongkar UU Perkawinan dengan menutup pasal Poligami dan membolehkan LGBT bahwa itu adalah hak setiap orang,”ungkapnya.

Perempuan yang akrab Wiwik itu menghimbau pada para Muslimah untuk lebih peduli pada soal keumatan. Kepedulian itu ditunjukkan dengan berdakwah.

“Dakwah akan jalan terus, ada atau tidak ada kita karena Allah akan tumbuhsuburkan para penjaga agama Allah. Tinggal apakah kita mau terlibat didalamnya atau tidak,”ulasnya. Jika tidak bergerak, Muslimah sendiri yang akan akan merasakan kerugian. Tatanan sosial akan kacau jika UU itu sampai disahkan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPRMuslimahwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Boleh menjadi Agen Dakwah termasuk dalam Berpolitik
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Asal Kudus Raih Musyarraf Jiddan dari Universitas Sidi Mohamed Maroko

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?