Jilbab Anita di Pulau Dewata—Anita Whardani kini bisa memakai jilbab di sekolah dengan tenang. Siswi kelas 3 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2, Denpasar, Bali, ini tak lagi khawatir diminta melepas jilbabnya oleh pihak sekolah.
Gadis berkacamata ini resmi diperbolehkan berjilbab sejak 13 Januari 2014. Namun, hal itu dicapai setelah melalui rangkaian diplomasi alot dan pemberitaan media massa nasional sejak akhir 2013
Anita mengaku telah berjilbab sejak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di sekolah Muhammadiyah, Denpasar. Tapi ketika sekolah di SMAN 2 Denpasar, dia tidak diizinkan berjilbab.
Setelah diizinkan berjilbab, Anita malah mendapatkan cibiran dari sejumlah teman dan gurunya. Termasuk sebagian temannya yang Muslim. Kata Anita, mereka tidak suka dengan langkah Anita dan Tim Advokasi PII mengangkat kasus pelarangan jilbab ke media massa. “Saya dibilang munafik, virus yang membuat jelek citra sekolah,” ujar Anita.
Kepala Sekolah SMAN 2 Denpasar, Ketut Sunarta mengatakan, tidak ada larangan untuk berjilbab bagi pelajar Muslimah di sekolahnya. “Saya tidak punya hak untuk melarang dan tidak punya hak untuk memberi izin,” kata Sunarta kepada Hidayatullah TV.
Untuk melihat videonya, Klik di sini!
Untuk melihatnya di youtube, klik di sini!