Hidayatullah.com–Ketua PP Pemuda Persatuan Islam (Persis), Tiar Anwar Bachtiar menyakini bahwa usia partai-partai politik tidak akan lama.
“Coba lihat Masyumi yang hanya 15 tahun. Parmusi juga. Hanya Golkar dan PPP yang sudah lama (masih bertahan),” ujar Tiar saat memberi testimoni pada tabligh akbar dan silaturrahmi keluarga besar Persis di aula KH Noer Ali, Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (24/5/2014) pagi.
Menurut Tiar, pendeknya usia parpol karena disibukkan pada persoalan pragmatis yakni urusan kekuasaan.
Tiar kemudian membandingkan dengan usia ormas-ormas Islam yang usianya panjang.
“Yang bertahan lama adalah organisasi Islam yang konsen dengan dakwah dan pendidikan Islam. Dan Persis memilih jalan ini,” kata Tiar.
Tiar melanjutkan jika Persis sempat diuji konsistennya untuk tidak terlibat secara langsung dalam dunia politik pada sekitar tahun 1960.
Saat itu, tokoh Persis, KH Isa Anshory memiliki ide untuk menjadikan Persis sebagai partai politik. Alasannya, setelah Masyumi dibubarkan tidak ada lagi partai yang bisa menampung aspirasi anggota Persis.
“Namun ide ini ditentang oleh Ustadz Abdurrahman yang mewakili Persis Bandung. Beliau beralasan jika menjadi partai politik maka dikhawatirkan usia Persis tidak akan lama,” jelas Tiar.
Itu sebabnya, kata Tiar, Persis memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan politik juga tidak terlalu jauh dengan politik.
“Dengan sikap ini, Persis dapat memainkan peranannya,” demikian Tiar.*