Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Seribu Kali Ditolak Media, maka Seribu Kali Kirimkan Tulisan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 24 Mei 2014 21:39 9:39 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 24 Mei 2014 21:39
Bagikan
Mahladi (baju putih) saat di Brebes
Bagikan

Hidayatullah.com- Keterampilan menulis bukan sebatas persoalan teknis, tapi juga soal rasa. Hal ini disampaikan Pemimpin Redaksi (Pemred) Kelompok Media Hidayatullah (KMH) Mahladi dalam sebuah pelatihan jurnalistik di Desa Kalibuntu, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Karena menulis itu adalah rasa, maka dia menjadi hobi,” ujarnya di depan belasan santri Hidayatullah asal Cirebon (Jawa Barat), Brebes, dan Tegal, Kamis (22/5/2014) pagi.

Pernah, tutur Mahladi, seorang mahasiswa dalam sebuah pelatihan jurnalistik bertanya padanya tentang cara menulis yang bagus. Mahasiswa ini mengaku, tulisan yang dikirimkannya ke media selalu ditolak.

Mahladi lantas balik bertanya, apakah mau dijawab secara teknis atau normatif. Kalau secara teknis, kata Mahladi pada penanya, harus dilakukan pertemuan khusus selama 6 bulan.

“Itu belum tentu bisa (menulis bagus),” tambahnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lalu, lanjut Mahladi dalam ceritanya, kalau pertanyaan tersebut mau dijawab secara normatif, insya Allah  mahasiswa tadi akan bisa menulis bagus.

“Kalau Anda lakukan apa yang saya katakan, insya Allah Anda akan bisa. Caranya adalah luruskan niat (menulis),” ungkap Mahladi.

Mendengar jawaban itu, mahasiswa yang bertanya tadi lantas tesenyum. Merasa sedikit kecewa atas jawaban tersebut.

Mahladi pun menjelaskan, kalau tujuan seseorang menulis untuk dimuat di media hanya sekedar honor, pasti akan berhenti dan kecewa jika tulisannya tak dimuat.

“Kalau tujuan kita untuk mendapat honor yang besar. Tapi begitu honornya cuma Rp 100 ribu, padahal sudah menulis susah payah, (akan) kecewa,” ujarnya.

Begitu pula, tambah Mahladi, kalau tujuan menulis supaya dikenal sama orang, akan bisa mengecewakan.

Mahladi pun berpesan, menulis harus diniatkan untuk menegakkan kalimat Allah. Sebab ini bagian dari jihad.

“Sebagai pertanggungjawaban di depan Allah nanti, ketika ditanya apa jihad anda,” jelasnya.

“Maka Anda akan katakan, ‘seribu kali ditolak, maka seribu kali saya kirimkan tulisan (ke media)’,” tambahnya menyemangati para peserta pelatihan.

Jawaban inilah yang disampaikan Mahladi kepada mahasiswa tersebut. “Saat itulah, dia sadar (bahwa) menulis itu bukan teknis, menulis itu adalah rasa,” tuturnya, seraya menambahkan, bahwa teknis dalam penulisan tetap penting.

Rasa dan Gaya Menulis

Menghadirkan rasa dalam tulisan, maksud Mahladi, dengan menjadikan tulis-menulis sebagai suatu kegemaran. Untuk mencapai itu, seorang santri atau pelajar misalnya, harus sering-sering menulis.

“Artinya, orang yang tidak hobi menulis, akan sulit menjadi penulis yang handal,” ujarnya dalam acara yang digelar sederhana tersebut.

Penulis pemula, kata dia, jangan berpikir menulis sesuatu, lalu mengirimkannya ke media dengan harapan dimuat. Tapi yang terpenting, niatnya dulu diperbaiki.

“Harus menanamkan dulu niat yang lurus. Memang normatif, tapi penting,” ujarnya.

Mahladi menjelaskan, karena menulis adalah rasa, jangan sampai penulis tidak punya gaya sendiri dalam menulis.
Sehingga dari literatur manapun referensi yang diambil untuk sebuah tulisan, ketika dituangkan kembali, penulis punya gayanya sendiri.

Mahladi menjelaskan, tulisan disebut menarik jika berhasil mempengaruhi pembaca.

“Ketika kita menulis, lalu serahkan ke teman kita, lalu reaksi dia marah setelah membaca tulisan kita, (berarti) berhasil,” jelasnya.
Begitu pula kalau pembaca menangis atau tertawa setelah membaca tulisan tersebut.

“Tapi kalau pembaca biasa saja, tidak menunjukkan ekpresi apa-apa, berarti kita belum berhasil,” ungkapnya.*
Mahladi (baju putih) saat di Brebes-by Syakur)

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ustad Sambo, Guru Agama Prabowo Subianto
Tulisan selanjutnya Sikap Pragmatis sebabkan Usia Parpol tak Ada yang Bertahan Lama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?