Hidayatullah.com—Sikap Ketua Umum PDIP Megawati Taufikeamas menggelar jumpa pers dan merayakan kemenangan versi Quick Count (hitung cepat) Pilpres 2014 dinilai sebagai bentuk provokasi dan mencari celah di tikungan.
“Iya, provokasi. Tapi lebih utama, Mega mencari celah di tikungan, mimpin koalisi, “ demikian salah satu Tim Sukses (Timses) kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Syahganda Nainggolan kepada hidayatullah.com, Rabu (09/07/2014).
Seperti diketahui, pada Rabu siang, Megawati menyebut jagoannya unggul lebih dari 5 persen dan telah mengumumkan Jokowi-JK sudah jadi Presiden dan Wapres RI.
“Kita telah menyaksikan proses perhitungan yang tadi telah dinyatakan bahwa yang namanya pasangan Insinyur Joko Widodo bersama Haji Muhammad Jusuf Kalla yang didukung PDIP, Partai NasDem, Hanura, PKB, dan PKPI telah dinyatakan sebagai Presiden RI tahun 2014 sampai 2019 versi quick count,” kata Megawati di kediamannya di Kebagusan, Jakarta, Rabu (09/07/2014).
Dia yakin hasil ini tak akan berbeda jauh dengan pengumuman resmi KPU nantinya. “Kita unggul 5,5 persen,” ujarnya.
- Tim Prabowo Subianto juga mengumumkan kemenangan tak lama setelah pesta pengumuman pihak Jokowi

Sementara itu beberapa jam kemudian kubu Prabowo-Hatta, juga mengumumkan kemenangannya juga berdasarkan quick count (hitung cepat).
“Alhamdulillah, walau selisihnya tidak besar, pak Prabowo telah memenangkan Pemilu hari ini berdasarkan hasil dari beberapa lembaga Quick Count yang bisa kita percaya,” ujar Hilim Adam, salah satu Timses Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, pada hidayatullah.com.
Meski demikian, Tim Prabowo meyakini, hasil akhir dari Pemilu ditentukan oleh perhitungan suara yang diorganisir oleh KPI, bukan oleh lembaga QC.
“Mari hargai mereka yang berbeda pilihan dan berbeda pendapat. Ajak mereka untuk sama-sama mengawal proses penghitungan suara untuk Pemilu yang akuntabel,” katanya.
Semengtara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta baik kubu pasangan Calon Presiden (Capres) – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto – Hatta Rajasa maupun Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla untuk menahan diri terkait dengan hasil hitung cepat yang disampaikan sejumlah survei.
Presiden menegaskan, hanya KPU yang akan menetapkan hasil pilpres secara resmi.
“KPU yang perlu dirujuk dan dijadikan pedoman,” tuturnya dikutip Antara hari Rabu sore.*