Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gerakan ‘Ibu Kembali ke Rumah’, Lahirkan Generasi Shalahuddin Al Ayyubi

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 September 2014 21:07 9:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 September 2014 10:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Nuruddin Zanki dan Shalahuddin Al Ayyubi atau bahkan Muhammad Al Fatih, sejak kecil dekat dengan majelis ilmu. Ketiganya juga memiliki pengetahuan luas tentang Islam dan bagaimana menjadikan ajaran-Nya energi terbesar dalam jihad di medan perang.

Pada zaman sekarang, bukan mustahil melahirkan generasi seperti mereka berdua. Kaum perempuan punya peran besar dalam mendidik generasi seperti Shalahuddin.

Sayangnya, justru banyak perempuan memilih menjadi wanita karier. Padahal, pilihan tersebut tidak sesuai fitrahnya sebagai pendidik keluarga.

“Isu wanita karier sebenarnya membunuh peran domestik kaum muslimah. Karena ibu yang bekerja akan melahirkan anak-anak yang lemah dalam perjuangan Islam,” demikian disampaikan Tiar Anwar Bachtiar, Kandidat Doktor Sejarah Universitas Indonesia, dalam bedah buku “Shalahuddin Al Ayyubi dan Perang Salib III: Perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi dan Relevansinya Saat ini” di  di AQL Islamic Center, Jakarta, Sabtu (20/09/2014) lalu.

“Isu kesetaraan gender memaksa ibu harus keluar dari rumahnya, mengurusi berbagai urusan yang mungkin sifatnya sunnah atau justru mubah, ketimbang mendidik anak-anaknya yang sifatnya wajib. Ini merupakan faktor kegagalan,”tukas Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST) itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Generasi emas Islam seperti Nuruddin Zanki, Shalahuddin Al Ayyubi atau Sultan Muhammad Al Fatih tumbuh dalam gemblengan ulama sejak usia kanak-kanak mereka.

Tapi, Tiar mengingatkan, fase tersebut merupakan fase kedua setelah anak-anak itu terdidik oleh ibunya yang hebat.

Menariknya, saat ini, banyak orangtua hanya menyerahkan semuanya pada lembaga pesantren sebelum semuanya disiapkan dari rumah.

“Kalau di rumahnya bagus, datang ke pesantren makin bagus. Tapi kalau dari rumahnya sudah rusak, maka di pesantrennya juga ikut rusak,” ucap Ketua Umum PP Pemuda Persis itu.

Bagaimanapun, ibu adalah kunci kesuksesan sebuah keluarga. Gerakan “Ibu Kembali ke Rumah”, merupakan solusi tepat di tengah arus feminisme saat ini.

“Makanya, saya kira gerakan muslimah harus mengarah ke sini. Muslimah juga bisa berperan dalam gerakan islah (persatuan umat Islam),” tuturnya.

Jika anak dididik oleh seorang ibu sholehah dan berpengetahuan luas, maka akan lahir generasi seperti sang Singa Padang Pasir seperti Shalahuddin Al Ayyubi yang hingga saat ini masih dikenang dan ditakuti Barat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminismegenderislamNuruddin ZankiShalahuddin al-Ayyubiulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berantas Kebodohan, Asrama Turki adakan Kegiatan Membaca Bersama
Tulisan selanjutnya Invetarisasi ‘Agama Lokal’ harus Digolongkan sebagai Aliran Kepercayaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?