Hidayatullah.com–Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi berbagai permohonan bantuan dana pendirian lembaga pendidikan di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya meningkat, terutama kebutuhan di daerah pedalaman.
Hal tersebut disampaikan Duta Besar Saudi di Indonesia, Syekh Mustafa Ibrahim Al Mubarak pada hidayatullah.com belum lama ini.
Di Wakatobi, misalnya. Di Kota yang terletak di Sulawesi Tenggara itu minim lembaga pendidikan. Pada akhirnya, ketika penduduk asli bersekolah di Kendari, Sulawesi Tenggara, banyak dari mereka yang tidak mau kembali ke Wakatobi.
Mustofa melihat daerah tersebut berpotensi besar dalam pengembangan masyarakatnya.
Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat, Pemerintah Saudi bersedia memberi bantuan dana untuk pembangunan pusat pendidikan Islam di Wangiwangi, ibukota Kabupaten Wakatobi.
“Bulan ini merupakan bulan pertama pembangunannya. Diperkirakan enam bulan mendatang, pembangunan diatas lahan kawasan seluas 20 hektar tersebut selesai.
Mustofa juga sempat menyinggung Muhammadiyah untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi di sana.
Selain akan memudahkan penduduk asli mengenyam pendidikan sampai tingkat universitas, keberadaan lembaga tinggi akan menyedot putera daerah Wakatobi untuk kembali ke daerah asalnya.
“Saya sudah bertemu dengan Pak Din Syamsuddin dan berbicara soal ini. Tapi ini baru wacana saja. Tidak menutup kemungkinan akan terealisasikan,”jelasnya.
Selain di Wakatobi, pemerintah Saudi juga menggelontorkan dana untuk pembangunan Gedung Islamic Center di Raja Ampat, Papua. Sekolah yang dibangun diatas tanah wakaf seluas lima hektar tersebut saat ini dalam proses pembangunan.
Pemerintah Saudi, dikatakan Mustofa, terbuka dengan permintaan bantuan pendidikan dari pihak manapun. Termasuk datangnya proposal pendirian pusat pelatihan bahasa Arab dari berbagai daerah. Seperti dua tahun lalu ketika ada permintaan khusus pembangunan pusat pendidikan bahasa Arab dan ilmu-ilmu syari’ah, asrama, dan sarana usaha di Medan dan Makassar.
Melalui IAIN Sumatera Utara dan Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Kedubes Saudi mempercayakan pengelolaannya. Masing-masing pusat pendidikan di kedua kota tersebut mendapat 1 Juta Dollar AS.
“Setiap tempat yang saya kunjungi, pasti ada permintaan. Kami terbuka dengan permintaan itu asalkan ada kebutuhan disana dan izin dari pemerintah Indonesia karena ini dalam payung kerjasama antar negara,”paparnya.*