Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan Sedih karena berada di Barisan Ulama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juli 2014 13:05 1:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juli 2014 13:04
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Candra Effendy

SUDAH sunnatullah diatas muka bumi ini bahwa orang-orang yang nyeleneh akan tetap ada di sepanjang masa dan di manapun. Di lapangan kehidupan apapun mestilah kita dapati orang-orang ‘tipikal’ dan ‘model’ seperti ini.

Bukan salah ibu mengandung dan melahirkan. Bukan pula salah ustad dan kiai dalam mendidik. Namun demikianlah tabiat nyeleneh memang kesukaan dan preferensi pribadi.

Di zaman dahulu, di masa kejayaan peradaban Islam sudah kita dapati model-model seperti ini. Dalam bidang aqidah, ulama besar Hasan Al Bashri harus menyaksikan muridnya sendiri Washil bin Atha’ yang memisahkan diri (I’tazala) dari gurunya yang mulia tersebut dalam riwayat yang sudah masyhur.

Dalam bidang fikih, para ulama empat madzhab menyaksikan munculnya madzhab ‘syadz’ (nyeleneh) seperti madzhab Daud Zhahiri yang mengatakan kencing anjing tidak najis karena tidak ada nash yang mengatakan najisnya hewan anjing.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Di masa kini pun, pandangan nyeleneh ini juga ada. Secara sunnatullah akan selalu ada. Ia hadir justru sebagai pembanding bagi pandangan-pandangan yang lurus dan beroleh petunjuk-Nya (shirotol mustaqim).

Ibarat sebuah garis yang ditarik, sedikit saja kemencengan dari garis lurus itu diteruskan (walau se millimeter) tentulah hasilnya sebuah penyimpangan yang jauh.

Seperti itu pulalah akidah. Penyimpangan (nyeleneh) di bidang akidah berakibat “Naarul Jahim” (neraka jahim).

Politik

Selain banyaknya sikap nyeleneh dalam akidah, sering pula akhir-akhir ini kita temui nyeleneh dalam bidang politik. Ini terbukti dalam wawasan politik mereka menyelisihi pesan ulama-ulama jumhur.

Dengan berbagai argumen dan dalil, kelompok syadziyun ini meyakinkan umat Islam lain yang mengikuti ulama-ulamanya yang jumhur , termasuk mayoritas ulama nusantara serta para dai-dai bahwa pilihan syadz mereka berpeluk mesra dengan salah satu partai yang tercatat di belakanganya banyak berkumpul kelompok/golongan anti-Islam seolah lebih maslahat bagi masa depan ummat dan agamanya.

Hemat kami, perbedaan ini tak perlu membuat sedih hati. Biarkan saja mereka mengikuti selera dan pilihan syadz (sikap nyeleneh) dan kata hati mereka.

Bukankah dengan kecukupan kita bisa bersama-sama di barisan jumhur ulama dan orang-orang yang terkenal kesalehan dan kebaikannya sebagai sesuatu nilai yang sangat mahal?

Pilihan mereka jangan membuat kita berlemah hati dengan kaum syadziyyun.

Tegarlah karena kamu bersama jumhuriyyun ulama. Bukankah dengan mengikuti jumhur ini kita telah mengamalkan hadits Baginda Nabi shallallhu ‘alaihi wassallam yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi dari Muadz bin Jabal, beliau bersabda,”

“إن الشيطان ذئب الإنسان كذئب الغنم، يأكل الشاة القاصية، والناحية، فإياكم والشعاب، وعليكم بالجماعة، والعامة، والمسجد”؟

“Sesungguhnya setan itu serigala bagi manusia, seperti serigala bagi kambing, ia akan menerkam kambing yang keluar dan menyendiri dari kawanannya. Karena itu, jauhilah perpecahan, dan hendaklah kamu bersama jam’ah dan umat umumnya.” (Hasan lighoirihi, illa annahu munqothi’)

Dan di akhirat nanti insya Allah semuanya bertanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala atas segala pilihannya. Insya Allah. Wallahu a’lam bisshowab.*

Penulis Sekretaris Umum Indonesian Muslim Society in Qatar (IMSQA). Kinis mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamad bin Khalifa, Qatar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Ormas Muslimah Kecam Karikatur The Jakarta Post
Tulisan selanjutnya Pemerintah Saudi Siap Gelontorkan Dana untuk Pendidikan Arab di Pedalaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara

Berita
4 Agustus 2026 20:41
Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah

Terbaru

  • Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
  • Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri
  • Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
  • Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja
  • Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi
  • Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina
  • PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung Lebih dari 3.000 Peserta Muktamar Ke-35 NU
  • SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
  • Dua Puluh Negara Muslim Bahas Hukuman Kolektif untuk ‘Israel’
  • Buku Pemikiran KH Ma’ruf Amin Diluncurkan, Ajak NU Tetap Berpegang pada Fikrah, Manhaj, dan Harakah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?