Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
NasionalNone

Cara Nabi Berdakwah Kepada Penguasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2021 15:48 3:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2021 11:42
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | KETIKA kedudukan umat Islam sudah cukup kuat setelah kaum Muslim hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ  tidak lagi sekadar berdakwah kepada masyarakat kebanyakan, namun juga kepada para penguasa di seputar Madinah. Dakwah beliau kepada para penguasa itu dilakukan lewat surat.

Ketika itu, kaum Muslim baru saja menyepakati perjanjian Hudaibiyah dengan kaum Quraisy. Dalam perjanjian itu kedua belah pihak menyepakati untuk melaksanakan gencatan senjata selama 10 tahun. Waktu gencatan senjata ini dimanfaatkan oleh Rasulullah ﷺ  –salah satunya– untuk meluaskan wilayah dakwah ke negara-negara jiran.

Sejarah mencatat beberapa penguasa yang dikirimi surat oleh Rasulullah ﷺ  adalah Raja Persia (Khosrow), Kaisar Romawi (Heraklius), Raja Ghassan (Harits ibn Abi Syummar), penguasa Yamamah (Haudzah ibn Ali al-Hanafi), Raja Alexandria (Muqauqis), penguasa Bahrain (Mundzir ibn ﷺ a al-‘Abdi), dan raja-raja Oman (Jaifar dan Abdu).

Apa isi surat dakwah Rasulullah ﷺ ? Semua berisi ajakan untuk  memeluk Islam. Mari kita simak bunyi surat Rasulullah ﷺ  kepada Heraclius, sebagaimana terdapat dalam Al-Mujtama’ Al Madani, Tandzimatuhu karya Dr Al-Umari:

“Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya, untuk Heraclius, penguasa Romawi. Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du. Dengan ini saya menyeru tuan dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya tuan akan selamat. Masuklah Islam, niscaya Allah akan memberi tuan dua pahala. Jika tuan menolak maka tuan akan menanggung dosa rakyat tuan (rakyat Arisiyyin). 

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Baca: Estafeta Dakwah Nabi

Isi surat-surat beliau yang lain kurang lebih mirip seperti itu, yakni mengajak kepada Islam, mengajak kepada tauhid. Ada penguasa yang menerima ajakan tersebut, ada yang menolaknya secara halus, dan ada juga yang menolaknya secara kasar.

Khosrow, Raja Persia, misalnya, merobek-robek surat Rasulullah ﷺ  ketika sampai ke tangannya. Sedangkan Heraklius sendiri, dinukil oleh Ath-Thabari dalam Tarikh-nya, berpura-pura ingin masuk Islam. “Musuh Allah itu bohong. Dia masih beragama Nasrani,” kata Rasulullah ﷺ  menanggapi cerita utusannya yang datang kepada Heraklius.

Adapun penguasa Bahrain, Mundzir ibn ﷺ a al-‘Abdi, membalas surat Rasulullah ﷺ  dengan menyatakan dirinya dan sebagian penduduk Bahrain telah menerima Islam sebagai agama mereka.

Teladan lain tentang berdakwah kepada penguasa diperlihatkan oleh Nabi Musa Alaihissalam (AS) kepada Raja Fir’aun. Musa AS, yang masa kecilnya pernah tinggal di istana Fir’aun, bersama saudaranya Harun AS, diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk mendatangi istana Fir’aun.

Setelah diizinkan masuk oleh penjaga istana, Musa AS berkata kepada Fir’aun;

اِنَّا رَسُوۡلُ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ اَنْ اَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ

“Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam, lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami.” (Asy-Syu’ara [26]: 16 dan 17).

Baca: Surat Dakwah Rasulullah kepada Kaisar Heraklius

Ketika itu, Fir’aun memang tengah memperbudak Bani Israil.  Fir’aun berkata kepada Musa AS, “Siapa Tuhan seluruh alam itu?” (Asy-Syu’ara [26]: 23).

Musa AS menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu) jika engkau mempercayai-Nya.” (Asy-Syu’ara [26]: 24).

Fir’aun kemudian berkata kepada orang-orang di sekitarnya seraya mengolok-olok Musa AS, “Apakah kalian tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?” (Asy-Syu’ara [26]: 25).

Musa tidak menghiraukan olok-olok Fir’aun. Ia terus berkata, “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.” (Asy-Syu’ara [26]: 26).

Fir’aun dengan sombong menimpali, “Sungguh, Rasul kalian yang diutus kepada kalian adalah benar-benar orang gila!” (Asy-Syu’ara [26]: 27)

Musa AS tetap tak mempedulikan hinaan tersebut dan terus berkata, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu mengerti.” (Asy-Syu’ara [26]: 28).

Fir’aun akhirnya berteriak, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (An Nazi’at [79]: 24). Ia juga berkata, “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku.” (Al-Qashash [28]: 38).

Pertemuan pertama antara Fir’aun dan Musa AS yang diceritakan dengan sangat baik dalam al-Qur’an berakhir dengan kesombongan Fir’aun. Padahal, menurut firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat An-Naml [27] ayat 14, hati kecil orang-orang yang ingkar ini meyakini kebenaran risalah yang dibawa para Nabi dan Rasul tersebut.

Lalu, dalam akhir ayat tersebut, Allah Ta’ala berfirman, “Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.” Fir’aun dengan segala kesombongannya berakhir tragis. Ia dan pasukannya ditenggelamkan oleh Allah Ta’ala di Laut Merah. Tak ada yang mampu menyelamatkannya.

Apa yang dilakukan Nabi Musa AS dan Rasulullah ﷺ  ini memberi pelajaran kepada kita bahwa dakwah hendaklah dilakukan kepada siapa saja, baik rakyat jelata maupun para penguasa, orang-orang kaya maupun kaum papa, atau para cerdik cendekia maupun orang biasa.

Mereka berdakwah dengan adab yang benar. Kewajiban mengajak telah mereka lakukan. Soal hidayah menjadi urusan Allah Ta’ala. Waalahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah Nabidakwah pada penguasasurat nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shalat tarawih kilat viral Shalat Tarawih Kilat Viral di Medsos, Kemenag Sampaikan Hal ini
Tulisan selanjutnya Vaksin nusantara BPOM Saleh Daulay Minta Menkes Fasilitasi Mediasi Peneliti Vaksin Nusantara dengan BPOM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?