Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sirah Nabawiyah Bisa Jadi Kurikulum Lemhanas dan Diknas

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Desember 2014 07:57 7:57 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Desember 2014 07:57
Bagikan
Ilustrasi: Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko Berikan Ceramah Ke Peserta Pendidikan Lemhanas
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam tidak perlu bingung mencari solusi segala persoalan hidup. Rujuklah Sirah Nabawiyah (riwayat hidup Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para Sahabat), niscaya ada jalan keluarnya.

Hal ini seperti yang diungkapkan peneliti sejarah Islam Asep Sobari belum lama ini pada hidayatullah.com usai menjadi pembicara seminar “Sirah Nabawiyah: Menggali Sirah, Menemukan Titik Balik Peradaban”, di Aula Maftuchah Yusuf, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), belum lama ini.

Pengurus Pusat Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pembina Sirah Community Indonesia (SCI) itu meyakini, Indonesia mampu melepaskan ketergantungan dari Amerika dan Barat jika mau mengacu pada Sirah Nabi.

“Kita bisa mencontoh pola pertahanan bangsa Quraisy ketika berdagang. Dalam satu riwayat, kaum Quraisy membawa dagangan sampai di kisaran 50 ribu dinar atau sekitar Rp. 100 milyar di atas unta, di tengah padang pasir. Bayangkan, bagaimana dia bisa membawa dagangan sebesar itu dan bisa aman sepanjang jalan. Itu artinya, dia punya kekuatan untuk membangun kontrak politik pada setiap kafilah yang ditemui,” ulas alumni Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, itu.

Bangsa Quraisy merupakan pedagang besar dan sangat berpengaruh pada perdagangan dunia. Bisa dikatakan, “Jalur Sutera” untuk Jazirah Arab, telah mereka kuasai. Mereka bahkan membawa komoditas dagang dari Timur sampai ke Eropa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Apalagi di tengah kecamuk perang antara Persia dan Romawi. Berarti itu menunjukkan betapa pintarnya orang Quraisy menempatkan diri dan tidak memihak dengan salah satu blok,” lanjut pengajar Akademi Siroh di Kuttab Al Fatih, Depok.

Itu artinya, hubungan dengan kelompok lainnya begitu kuat dan wibawanya begitu terlihat. Tidak ada yang menganggu, apalagi merampok.
Indonesia juga bisa belajar dari strategi Perang Tabuk. Perang terakhir yang diikuti Rasulullah itu mencerminkan inovasi strategi perang yang luar biasa. Disaat tersiar berita kedatangan Kaisar Romawi, Heraclius, beserta pasukannya untuk menyerang Madinah, Rasulullah justru berinisiatif terbalik.

“Rasul malah mengumumkan penyerangan pada Romawi di Tabuk. Padahal saat itu udara sangat panas dengan keadaan paceklik. Rasulullah membuat langkah yang tidak diduga-duga. Dalam usia 62 tahun, Rasulullah memimpin 30 ribu pasukan, menempuh jarak 800 km dari Madinah ke Tabuk,”lanjut Asep.

Rasulullah berpikiran, jika Ia dan pasukan muslimin bersantai-santai dan bermalas-malasan, itu sama halnya membiarkan orang-orang Romawi berkeliaran di wilayah-wilayah Arab yang telah dikuasai Islam. Jika sampai pasukan Romawi merangsak masuk Madinah, mengakibatkan keburukan fatal terhadap dakwah Islam dan reputasi kaum muslimin dalam bidang militer.

“Kita bisa belajar, bagaimana mempertahankan daerah terluas. Karena kalau Romawi yang datang ke Madinah sementara masyarakat di sana belum lama masuk Islam, maka akan tergerus dengan ketakjuban besaran pasukan Romawi. Karena itulah, Rasulullah memutuskan untuk mendatangi Romawi di Tabuk. Ternyata Heraclius tidak datang dalam perang itu,”lanjut Asep sembari mencontohkan .

Lebih lanjut Asep mengatakan, jika saja pemerintah Indonesia mau menjadikan Sirah sebagai kurikulum, negara ini akan memiliki wibawa di mata bangsa lain. Perekonomian kita akan lebih mandiri tanpa tekanan negara adidaya.

“Sirah ini bisa menjadi kurikulum Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional), bisa jadi kurikulum Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan kalau diterapkan menjadi kurikulum pendidikan, dahsyat sekali,”ungkapnya tandas.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kurikulumNabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR Menolak Campur Tangan PGI Terkait Jilbab Polwan
Tulisan selanjutnya FPI Jatim Akan Ajak Elemen Masyarakat Tutup Aset Pemerintah yang Jadi Tempat Maksiat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?