Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Catatan Akhir Tahun Adian Husaini: Wujudkan Indonesia Adil dan Beradab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2014 19:28 7:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2014 19:28
Bagikan
Dr Adian Husaini
Bagikan

Hidayatullah.com–Gegap gempita pemilihan Presiden 2014 lalu akhirnya berujung kepada terpilihnya Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK )sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019 rupanya ada yang senang namun juga banyak pula yang berharap-harap cemas akan masa depan.

Akankah bangsa Muslim terbesar di dunia ini akan tampil sebagai salah satu bangsa yang terhormat? Bagaimanakah peran Muslim Indonesia ke depan? Apakah Muslim akan menjadi kekuatan yang disegani ataukah akan dipandang “tidak penting” wujud dan tiadanya?

Menurut Dr Adian Husaini, kolumnis tetap Catatan Akhir Pekan (CAP) di hidayatullah.com dan Radio Dakta, Muslim Indonesia – sebagai komponen terbesar bangsa Indonesia – sepatutnya memainkan peran yang signifikan dalam percaturan kehidupan umat manusia, sebab mereka adalah khaira ummah.

“Amanah risalah yang mereka emban harus diwujudkan dalam bentuk aksi-aksi nyata, sehingga misi utama Kenabian – tegaknya Tauhid dan Kebaikan bagi umat manusia – dapat ditegakkan dan diwujudkan,” ujarnya.

Menurut penulis buku “Wajah peradaban Barat: (dari hegemoni Kristen ke dominasi sekular-liberal)” ini, para perumus Kosntitusi RI (UUD 1945) sejak awal sudah menyebutkan perlunya Indonesia menjadi yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dalam teori Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas yang dirumuskan dalam Seminar Internasional Pendidikan Islam pertama di Makkah, 1977, keadilan adalah kondisi dimana adab ditegakkan; sedangkan adab terwujud dari hikmah. Jadi, tiga istilah penting dalam Islamic basic vocabularies, — yakni hikmah, adil, dan adab – bisa ditemukan dalam Pembukaan UUD 1945. Prof. al-Attas bahkan sampai pada kesimpulan, bahwa akar persoalan umat Islam terletak pada masalah “loss of adab”, hilang adab,” ujarnya lagi.

Konsep hikmah, adil, dan adab menurut Adian sepatutnya dipahami dengan baik oleh umat Islam Indonesia, jika mereka ingin mewujudkan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan peradaban yang agung. Dalam konsep adab, seorang muslim harus mampu dan mau memahami dan meletakkan segala sesuatu di tempatnya yang betul sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah.

Dalam politik, misalnya, penguasa jangan berlaku tidak beradab, dengan membuat kebijakan yang melawan aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya yang dirumuskan oleh para ulama Islam. Ketaatan pada negara atau pemerintah, sesuai konsep adab, harus diletakkan di bawah ketaatan kepada Tuhan.

Ironisnya, justru pembangkangan kepada Tuhan Yang Maha Esa dilakukan di berbagai bidang kebijakan pembangunan. Konsep negara maju seharusnya diambil dari al-Quran, sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam, dan tradisi keilmuan Islam yang dirumuskan pada ulama. Konsep pembangunan yang adil dan beradab bisa diambil dan dikembangkan dari konsep negara taqwa.

Ringkasnya, jika konsep hikmah, adab, dan adil diterapkan di Indonesia dengan tepat dan sungguh-sungguh, pasti Indonesia akan menjadi negara maju dan hebat, yakni negara adil dan makmur di bawah naungan ridho Ilahi.

Dalam sejarah, sudah sangat melimpah konsep-konsep negara adil dan beradab yang dirumuskan para ulama dan tokoh Islam, seperti Haji Agus Salim, Ki Bagus Hadikoesoemo, Kasman Singodimejo, Mohammad Natsir, Hamka, dan sebagainya.

Kini, konsep-konsep itu perlu dirumuskan dan diterapkan kembali dalam konteks perjuangan membangun Indonesia kini dan ke depan. InsyaAllah dengan itu, kita tidak salah arah, tidak salah proporsi, Lebih jauh tentang aplikasi konsep adab, hikmah, dan adil, dalam membangun Indonesia yang adil dan beradab.

Sebagaimana diketahui, sejak Januari 2003, Adian Husaini telah mengisi acara “Catatan Akhir Pekan Adian Husaini” di Radio Dakta dan di situs hidayatullah.com.

Program ini masih terus berjalan dan sudah mencapai catatan yang ke-387.

Bekerjasama dengan INSISTS dan Radio Dakta 107 FM, Dr. Adian Husaini, akan mengakadan acara “Catatan Akhir Tahun 2014” di Radio Dakta 107 FM.

Bagi yang berminat berdiskusi menyongsong Indonesia yang adil dan beradab, dilahkan mendaftarkan kehadiran dengan SMS: CAT-Nama-Alamat-Email, kirim ke:0813-82357453 (Insists). Atau Info: 021-8807426-27 dan 021-7940381. *

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Militer Mesir Kembali Tangkap 102 Anggota Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya PM Netanyahu Desak Hamas Dimasukkan Kembali dalam Daftar Teroris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?