Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penulis Muslim Harus Bangkit Menggalakkan “Jihad Tulisan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Maret 2015 11:38 11:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Maret 2015 11:38
Bagikan
Dr Adian Husaini memberi motivasi penulis Muslim di Yayasan Bina Qalam Surabaya
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu bentuk ‘jihad’ yang harus terus digalakkan kaum Muslim saat ini adalah ‘berjihad melalui lisan’ (tulisan). Jika tidak, dampak negatif dari pengabaian jihad ini, Allah Subhanahu Wata’ala akan menimpakan kehinaan pada umat Islam.

Demikian pentingnya ‘jihal melalui tulisan’ (jihad bil qolam) yang disampaikan seorang penulis buku-buku Islam yang amat produktif, Dr Adian Husaini di kantor Yayasan Bina Qolam, Jalan Bengawan Surabaya belum lama ini.

Dalam acara yang diikuti oleh anggota penulis Bina Qolam yang dihadiri sekitar 50 orang ini Adian menyitir pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyah tentang pembagian jihad, beliau mengemukakan ada 4 pembagian jihad: Pertama, jihad melawan hawa nafsu. Kedua, jihad melawan setan. Ketiga, jihad melawan orang kafir. Keempat, jihad melawan orang munafik.

Di luar pembagian tersebut, ada bagian yang masuk pada bagian jihad lain yaitu jihad dalam bidang tulisan.

“Jihadlah (melawan) orang-orang musyrik dengan harta, jiwa, dan lisan kalian,” ujarnya mengutip hadits yang diriwaratkan Imam Ahmad, Nasai, dan Hakim untuk  menekankan makna ‘jihad tulisan’ yang merupakan bagian dari ‘jihad lisan’.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam acara yang diadakan oleh Kajian Islam Intensif Penulis (KIIP) dengan tema, “Mujahid Penulis Saatnya Bangkit” ini, aecara historis, peneliti pada Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) ini meyampaikan bila Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah satu-satunya orang yang mampu menjadikan kegiatan tulis-menulis sebagai tradisi hingga pada taraf peradaban.

Beliau (Rasulullah Muhammad, red), kata Adian, mampu mengubah tradisi jahiliah orang Arab yang dikenal buta huruf menjadi orang yang ‘melek peradaban’ melalui tulisan..

Sebagai contoh, kebijakan Rasul pasca perang Badar berupa: ‘membebaskan tawanan perang kaum kafir Qurays, dengan syarat mengajari anak-anak kaum muslimin baca-tulis’,  adalah sebuah kebijakan luar biasa yang mampu mentransformasi orang Arab pagan menjadi berperadaban.

Di sisi lain, ia mengutip penelitian Prof. Dr M Hamidullah, bahwa perjanjian tertulis yang disebut sebagai ‘Piagam Madinah’, merupakan konstitusi tertulis pertama yang diprakarsai Rasulullah Shallallahu “alaihi Wassallam. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa beliau sebagai penghidup budaya tulis yang berskala peradaban.

Sejak zaman Nabi Muhammad, kata Adian, para sahabat sangat perhatian dalam bidang tulisan.

Ia mencontohkan Ibnu Mas’ud saja, yang konon kumpulan tulisannya mencapai seribu. Demikian juga dengan sahabat-sahabat lain yang mempunyai perhatian besar dalam bidang tulisan. Termasuk Amru bin Ash, Ali bin Abi Thalib dll).

“Sekarang ini berjihad melalui tulisan menemukan relevansinya, terlebih banyak sekali yang menyerang Islam melalui media tulis,” ujar Adian.

Kepala Program Studi Pendidikan Islam Program Pascasarjana UIKA Bogor  ini berpesan kepada para penulis tiga hal;

Pertama, meluruskan niat dan mendasari tulisan dengan ruh jihad. Kedua, menegakkan amar makruf nahi munkar melalui tulisan.

Ketiga, sabar. Karena penulis akan menghadapi banyak rintangan dan cobaan.

Menutup paparannya, ia menyampaiakan bila menulis adalah bagian dari jihad.

“Orang yang meninggalkan jihad, akan menjadi umat hina,” ujarnya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalharamjihadjurnalisJurnalistikpenulis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yatim Mandiri Danai 15 Ribu Anak Yatim dan Dhuafa
Tulisan selanjutnya Az Zikra Dapat Dukungan dari Akademisi UIKA Kawal Kasus Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?