Hidayatullah.com–Masyarakat dihimbau agar ikut terus memantau pergolakan yang terjadi antara DPRD DKI Jakarta dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, khususnya perihal UPS (uninterrutible power supply) yang tengah gonjang ganjing.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Rikwanto, mengatakan dalam kisruh DPRD dan Pemda DKI Jakarta benar adanya terjadi praktik korupsi. Ia menyebut, yang melakukan korupsi tidak hanya di salah satu lembaga saja, melainkan keduanya (baca: DPRD dan Pemprov DKI Jakarta).
“Korupsi tentu tidak dilakukan sendiri-sendiri. Di masing-masing pihak pun ada, yaitu Pemprov dan DPRD,” ujarnya pada acara “Kupas Tuntas Skandal Korupsi Proyek UPS”, di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Rikwanto menyampaikan telah mengantongi beberapa nama, dan dalam waktu dekat akan ada yang dijadikan status tersangka di masing-masing pihak.
“Akan ada tersangkanya dan tersangka lainnya,” ujarnya.
Sebelum dilimpahkan ke Bareskrim, persoalan UPS ini ditangani oleh Polda Metro Jaya. Tetapi belum jelas mengapa pelimpahan ini terjadi.
Willy Kurniawansalah satu perwakilan dari Institut Proklamasi mengatakan masyarakat seyogyanya harus tahu bahwa ini adalah persoalan serius. Di mana melibatkan beberapa jaringan, yakni antara DPRD dan Pemda DKI dalam masalah anggaran.
“Masyarakat mungkin melihat ini persoalan kurang serius. Padahal ini melibatkan beberapa jaringan. Yaitu antara birokrasi dan anggota dewan,” katanya.
Selain Kombes Rikwanto yang hadir dalam diskusi ini, terlihat perwakilan ICW, dari FITRA, dan Budiarto Sambasi wartawan senior.*