Hidayatullah.com– Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Dr Din Syamsuddin, menyatakan keprihatinannya terkait Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) yang mempersoalkan masjid, suara adzan, dan busana keagamaan.
Din prihatin jika ada gejala-gejala berupa konflik antar agama atau kelompok-kelompok agama yang menurutnya terjadi secara bergantian, baik yang terjadi di Papua maupun di tempat-tempat lain.
Din pun meminta agar persoalan itu bisa dimusyawarahkan, sebagaimana kesepakatan saat Musyawarah Besar Pemuka Agama yang diadakan di Jakarta, Februari lalu, yang menyatakan bahwasanya kalau setiap ada masalah segera dimusyawarahkan dari hati ke hati.
Baca: Pengurus Masjid Al-Aqsha Mempersilakan Gereja Dibangun Lebih Besar
“Saya bersyukur dan bergembira para pemuka agama di Kabupaten Jayapura, baik dari kalangan gereja maupun dari kalangan Islam bersama dengan pemerintah, sudah bertemu dan hasilnya sudah sepakat untuk dibicarakan dari hati ke hati, musyawarah ke musyawarah,” ujarnya kepada wartawan termasuk hidayatullah.com usai Rapat Pleno ke-26 Wantim MUI di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/03/2018).
Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) ini menambahkan, pada dasarnya ia menginginkan, jika ada hal yang menyangkut hubungan antara umat beragama yang akan menimbulkan ketegangan konflik, segera didialogkan dari hati kehati.* Zulkarnain
Baca: ‘Dakwah Islam di Jayapura Tak Ganggu Kerukunan Umat Beragama’