Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Istilah ‘Islam Rahmatan lil Alamin’ Untungkan Non Muslim, Musibah bagi Muslimin

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Mei 2015 16:49 4:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Mei 2015 16:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam isu-isu pemikiran, perang istilah (harbu mustholahat) merupakan bagian dari upaya pembaratan (westernisasi) Islam.

Banyak istilah-istilah Islam saat ini diplintir maknanya untuk membuat keragu-raguan kepada umat Islam terhadap ajaran agamanya.

Demikian dikatakan oleh Fahmi Salim, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) wilayah DKI Jakarta, pada ceramah ‘Ngaji Subuh’ di Masjid Jogokarian, Jogjakarta  belum lama ini.

“Umat Islam sekarang menghadapi perang istilah. Perang ini merupakan bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran). Dimulai dari tasykiik (peragu-raguan) hingga menjadi taghriib (pembaratan),” jelas kiai muda alumnus Al-Azhar Kairo ini.

Di depan jama’ah shalat Subuh di Masjid Jogokariyan, Fahmi menjelaskan salah satu contoh istilah yang kini banyak diplintir orang. Yaitu istilah “Islam Rahmatan lil ‘Alamin”.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Istilah Islam Rahmatan lil Alamin maknanya jadi dikelirukan. Maknamya berobh menjadi ‘moderat’ versi kaum sekular. Yaitu Islam yang toleran terhadap apa saja, termasuk toleran atau membolehkan maksiat atau hal-hal yang diharamkan,” ujarnya.

Istilah ini digunakan a’daul Islam (musuh-musuh Islam) dengan cara menginjeksi istilah-istilah dalam Al-Quran kedalam pengertian yang moderat dan sekuler.

Tujuan pembelokan istilah itu menurut Fahmi Salim adalah supaya kaum Muslim menjadi ‘abu-abu’ tidak jelas keyakinannya. Atau bahkan menjadi benalu bagi Islam yang hanif.  Termasuk agar kaum Muslim lebih ramah terhadap maksiat dan aliran sesat, serta berdamai dengan konsep-konsep Barat.

Keterangan Fahmi Salim dipertegas lagi oleh Bachtiar Nasir. Menurut Sekjen MIUMI Pusat ini, istilah Rahmatan lil ‘Alamin dengan makna versi sekular ini merupakan bentuk invasi pemikiran yang sudah merasuk ke tubuh umat Islam.

“Saya ingat, Ustadz Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, pernah mengatakan distorsi makna Islam Rahmatan lil Alamin ini. Kini artinya menjadi Rahmatan lil Kafirin wa Musibatan lil Muslimin (cinta kepada orang kafir dan musibah bagi kaum Muslimin-red),” terang dai kondang ini.

Menurutnya, semua ini adalah gazwul fikri (perang pemikiran). Termasuk ketika istilah jihad dimasukkan sebagai terorisme dan radikalisme.

Distorsi istilah-istilah penting dalam Islam menurutnya adalah tantangan terberat kita saat ini di bidang informasi. Umat Islam menjadi objek isu-isu pengeliruan.

“Dalam diri kita umat Islam sedang ada masalah pemikiran. Ada logika-logika munafik yang merasuk ke dalam pemikiran. Jangan ikuti logika hawa nafsu, ikuti logika wahyu,” tegasnya.

 ‘Ngaji Subuh’ di Masjid Jogokariyan ini juga diisi oleh Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, putra pendiri Pondok Pesantren Darusallam Gontor Ponorogo.

Dalam paparannya, ia menasihati jamaah agar berusaha menjadi Muslim sekaligus mukmin dan menampilkan Islam yang baik kepada masyarakat.

“Shalat itu bukan sekedar ritual, namun bagaimana shalat itu bisa mempengaruhi perilaku kita. Apakah kita makin kenal Allah setelah tiap hari shalat,” terangnya.

Hamid memberi keterangan lebih praktis bagaimana menampilkan Islam Rahmatan lil Alamin yang benar.

“Bahwa ruku Islam itu berbau sosial sekaligus tauhid. Shalat itu memuji kepada Allah. Dan itu merupakan cinta. Barangsiapa cinta Allah maka dia cinta manusia”

Dalam masa sekarang ini, kata Hamid, wajah Islam yang damai itu sengaja dibuat oleh orientalis Barat wacana bahwa wajah Islam itu serem.

“Agama kita diubah-ubah wajahnya oleh orientalis menjadi seakan-akan seram. Islam itu agam damai dan cinta. Zakat dan lain-lain adalah ibadah sosial. Artinya Islam agama yang bermasyarakat. Beda dengan Barat, coba berapa orang yang mereka bunuh karena perang”, pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ghazwul fikriMajelis Intelektual dan Ulama Muda IndonesiaMIUMIperang pemikiranumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Blogger Malaysia Picu Kemarahan Publik Nyanyikan Adzan
Tulisan selanjutnya Ahli Hukum Federasi Internasional Jurnalis: Hidayatullah.com Bagian dari Jurnalistik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?