Hidayatullah.com–Tergerusnya nilai-nilai tauhid para pemimpin bangsa membuat Panitia Parade Tauhid Indonesia (PTI) menggagas Parade Tauhid Indonesia.
Parade yang digagas guna membangkitkan nilai-nilai tauhid ini akan dilaksanakan pada Ahad, 16 Agustus 2015 mulai pukul 07.00-11.00 WIB, tepat sehari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Parade akan mengambil rute Car Free Day (CFD) dan diperkirakan sejumlah tokoh Islam Indonesia ikut mendukung.
“Tergerusnya nilai-nilai tauhid inilah yang menyebabkan Indonesia kian hari kian terpuruk hampir di segala bidang. Kita harus hentikan segera. Itulah sebabnya kami menggelar Parade Tauhid Indonesia. Lewat kegiatan ini diharapkan bangsa Indonesia kembali sadar, bahwa tauhid adalah pondasi sekaligus solusi atas segala problem yang dihadapi manusia,” ujar Edy Mulyadi, Ketua I Panitia Parade Tauhid Indonesia.
Menurut Edy, sejatinya tauhid sebagai suatu yang sangat penting sudah diakui oleh para pendiri bangsa. Beliau sadar betul, bahwa betapa pun hebatnya perjuangan, bagaimana pun besarnya pengorbanan, pada hakekatnya kemerdekaan hanya bisa terjadi karena campur tangan, kehendak, dan karunia Allah Subhanahu Wata’ala.
“Pengakuan para pendiri bangsa itu dinyatakan secara gamblang di alinea tiga Pembukaan UUD 1945, ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa …‘ Parade Tauhid Indonesia bermaksud membangkitkan kembali kesadaran ummat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya akan hal ini. Dari sini kita berharap Allah menolong bangsa kita bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang berjaya,” ungkap Edy dalam rilisnya.
Hal senada juga disampaikan Haikal Hassan, Ketua II Panitia Parade Tauhid Indonesia.
Kegiatan yang mengambil momentum mensyukuri 70 tahun kemerdekaan ini menjadikan “Bertauhid dalam Islam Rahmatan Lil ‘Alamin” sebagai tema sentral acara.
Menurut Haikal, tumbuhnya kembali kesadaran tauhid menjadi amat penting bagi setiap Muslim dan bangsa Indonesia pada mumnya dalam menjalani kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat, dan bernegara.
Haikal menjelaskan, PTI bertujuan menumbuhkan rasa syukur atas anugrah kemerdekaan yang telah Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia. Selain itu juga sebagai langkah awal konsolidasi umat Islam dalam upaya membangun masyarakat bermartabat, dan terbangunnya ukhuwah Islamiyah seluruh elemen umat Islam, sehingga menjadi potensi dan energi positif.
Menurut Haikal, sejumlah tokoh telah memberi dukungan acara ini adalah Pemimpin Darut Tauhid, KH Aa Gymnastiar, Ustad Yusuf Mansur, Ustad Bachtiar Nasir, Ustad Arifin Ilham, KH. A Cholil Ridwan, KH Abd Rasyid Asy Syafii, dan lainnya.*