Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sistem Ekonomi Kapitalis Dunia Sudah Terbukti Gagal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2015 11:33 11:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2015 12:45
Bagikan
Dr. Zakik: "Sistem ekonomi syariah, red) harus terus disosialisasikan dan dipahamkan kepada masyarakat kita"
Bagikan

Hidayatullah.com–Sistem ekonomi di mayoritas Negara-negara dunia saat ini, termasuk Indonesia yang sebagian besar penduduknya Muslim, adalah sistem ekonomi kapitalis. Yang sebetulnya terbukti tidak membawa kesejahteraan bagi ekonomi dunia bahkan sebaliknya.Padahal sistem ekonomi syariah jauh lebih membawa kemaslahatan.

Demikian disampaikan Dr. Zakik. SE. M.Si saat menjadi pembicara pada kegiatan Stadium General bertema “Peluang dan Tantangan Berekonomi Syariah di Indonesia” di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya, Ahad (20/09/2015).

Dosen FEB Universitas Trunojoyo ini menyampaikan bahwa sistem ekonomi kapitalis sejatinya telah gagal. Terbukti seperti dengan fakta ribuan bank di Eropa yang kini mengalami kebangkrutan.

Sayangnya, lanjut Dr. Zakik, Indonesia pun juga masih menganut sistem ekonomi ini, yang sebetulnya hal inilah yang membuat perekonomian Indonesia ikut terpuruk.

“Hasilnya kita hanya menjadi follower, dan kita sudah terjebak oleh berbagai macam perangkap yang kemudian harus diikuti. Jadi nggak ada ceritanya Negara maju ingin membiarkan kita menjadi Negara besar,” tuturnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dr. Zakik menambahkan, bahwa sistem ekonomi kapitalis ini menjadikan pemilik modal sebagai penguasa, bahkan hari ini pemilik modal sudah mampu mendikte pemerintah. Dikarenakan mereka sudah berinvestasi dalam proses pemilihan pemerintahan.

“Kalau kita melihat di media tentang carut-marutnya pemerintah kita saat ini, ya itu karena kita tidak punya independensi dalam menentukan kemaslahatan rakyat,” tegas Sekretaris Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jawa Timur ini.

Lebih lanjut Dr. Zakik menjelaskan jika sistem ekonomi Islam sejatinya mampu menjadi alternatif dalam permasalah perekonomian saat ini. Hanya saja banyak pihak yang menolak dengan alasan bahwa agama dan ekonomi adalah suatu hal yang tidak relevan.

“Jadi mereka tidak akan mau mengatakan bahwa urusan ekonomi itu ada kaitannya dengan agama, harus terpisah. Buat mereka agama bukanlah suatu yang relevan dalam mengatasi masalah ekonomi,” papar Ketua Departemen Ekonomi non Keuangan MES Jawa Timur ini.

“Tetapi sebagian di Barat sudah banyak yang menggunakan sistem ekonomi Islam, hanya saja mereka menyebutnya sebagai sistem ekonomi alternatif. Padahal value didalamnya adalah konsep ekomoni Islam,” lanjutnya.

Salah satu persoalan dalam sistem ekonomi kapitalis neoliberalis ini, lanjut Dr. Zakik, adalah menyerahkan sepenuhnya kedaulatan ekonomi di tangan pasar dan kepemilikan individu.

“Dalam sistem ekonomi Islam, ada variabel yang tidak dimasukkan disitu, yakni adanya lembaga hisbah (pengawas). Tidak bisa free market mechanism dilepas begitu saja, karena setiap manusia mempunyai hasrat untuk menguasai,” tukasnya.

Namun, jelas Dr. Zakik, yang juga menjadi persoalan lambatnya perkembangan sistem ekonomi syariah di Indonesia adalah masih banyaknya masyarakat yang belum memahami ilmu ekonomi Islam itu sendiri. Sehingga masih banyak yang ragu untuk berpindah dari bank konvensional kepada bank syariah.

“Masalahnya banyak umat kita ini yang belum faham, padahal banyak orang non-Muslim pun menggunakan bank syariah. Karena mereka tahu bahwa di bank syariah uang mereka lebih aman,” jelasnya.

“Oleh karena itu, hal ini (sistem ekonomi syariah, red) harus terus disosialisasikan dan dipahamkan kepada masyarakat kita. Harus ada oaradigma shifting agar ekonomi Islam terus berkembang,” pungkas Dr. Zakik. */Yahya G. Nasrullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bank konvensionalekonomi Islamkapitalissyariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syabab Hidayatullah Malang Gelar Kajian Fiqih Qurban
Tulisan selanjutnya Dari Harian Djawi Hiswara, PKI Hingga Tabloid Monitor [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?