Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dewan Pers: Media Siber Harus Merujuk Kantor Berita yang Reputasinya Jelas

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2015 15:57 3:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Oktober 2015 15:57
Bagikan
Mudah-mudahan media yang saat tragedi mina mengutip informasi dari media asing nggak jelas kredibiltasnya karena tidak punya uang beli copy right
Bagikan

Hidayatullah.com- Dewan Pers Indonesia Priambodo RH menyebutkan ada beberapa mekanisme yang harus diperhatikan media siber mengutip berita dari media-media asing yaitu pertama mencari sumber media asing yang kelasnya kantor berita resmi.

Sebab, lanjutnya, tugas media sekelas kantor berita resmi atas nama kode etik bisnis media tersebut adalah menyajikan berita-berita yang sudah teruji fakta, narasumber maupun datanya.

“Media-media itu seperti Reuters, AFP atau intinya kantor-kantor berita resmi yang bisa dicek di google adalah bisa kita sebut official news agency atau official news services,” kata Priambodo kepada hidayatullah.com saat ditemui di Gedung Dewan Pers Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, belum lama ini.

Priambodo menjelaskan bahwa sebagai news agency, media tersebut membawa nama negaranya yaitu membawa kebenaran di negaranya bukan pemerintah.

Misalnya, BBC bisa jadi waktu terjadi perang teluk pernah menyatakan bahwa kebijakan perdana menterinya saat itu salah dengan mengatakan kenapa harus ikut-ikutan Bush menyerang Iraq karena menyimpan senjata pemusnah massal dan ternyata tidak terbukti bahwa ada senjata pemusnah massal Irak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Nah, BBC menuliskan berita itu untuk membawa suara negaranya.”

Kedua, kata Priambodo, news services yaitu kantor berita yang mengatas namakan kredibiltasnya melayani penjualan informasi atau pemberitaan yang tetap mematuhi kode-kode etik jurnalistik secara ketat, seperti CNN dan sejenisnya.

“Jadi, buat saya juralistik itu termasuk kejelian wartawan untuk memilih narasumber kantor berita atau sunber berita asing yang lembaganya harus kredibel,” tutur Priambodo.

Bagi media-media nasional yang saat tragedi mina mengutip informasi dari media-media asing yang nggak jelas kredibiltasnya, Priambodo menyebut mudah-mudahan media tersebut termasuk media yang tidak punya uang untuk membeli copyright sebab informasi dari sumber kantor media resmi itu ada copyright-nya, sebagai ganti biaya untuk mencari fakta yang teruji, narasumber yang credible dan capable serta acuan data yang akurat.

Priambodo mengingatkan bukan cuma mengejar kecepatan saja. Kecepatan tanpa keakuratan fakta sama saja percuma, akhirnya justru yang muncul dari sebuah pemberitaan adalah sebuah kebohongan dan tidak memberi kebermanfaatan kepada publik.

“Kalau begitu, buat saya itu media ingin bunuh diri. Maksudnya, media tersebut memberitakan sebuah informasi yang tidak benar hanya untuk mengejar kecepatan dan ternyata informasinya salah lalu membuat berita ralat. Kalau sering membuat berita ralat otomatis itu akan mengurangi kepercayaan pembaca untuk membeli. Kalau sudah seperti itu lambat laun bisa membuat media tersebut kolaps (bunuh diri),” jelas Priambodo.

Sebab, menurut Priambodo seseorang ingin membaca sebuah media itu karena kepercayaan terhadap keshahihan informasi yang disajikan, bukan justru meyajikan gosip dan sejenisnya.

Kalau andaikan kelas berita resmi news agency maupun news sevices ada yang meralat beritanya maka, kata Priambodo, wartawan harus melakukan pemantauan secara jeli dan terus menerus.

Misalnya tragedi Mina kemarin termasuk running news di mana peristiwa sampai saat ini belum selesai itu harus terus dipantau perkembangannya oleh wartawan.

“Peristiwa yang disebut selesai itu hanya liputan pengadilan, ada vonis, banding dan kasasi atau sering disebut dengan fakta hukum.”

Sementara fakta jurnalistik sendiri tidak pernah berhenti dan menyangkut korban, kalau jumlah korban bertambah itu lumrah tetapi kalau berkurang aneh dan tidak boleh terjadi seperti itu dalam juralistik. Maka harus shahih siapa (narasumber) yang mengatakan dan datanya bersumber dari mana.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dapat dipercayakantor beritamediamedia sibermintatragedi Minta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Rusia ke Suriah, Umat Islam Dunia Harus Bersatu
Tulisan selanjutnya Situs Media ‘Abal-Abal’ Mendiskreditkan Islam Bisa Diperkarakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?