Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Yusril: Pemerintahan Jokowi-JK Terjebak Pembangunan Proyek Ambisius Berlebihan

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2015 08:13 8:13 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Oktober 2015 08:13
Bagikan
Yusril: Pemerintah terjebak pada pembangunan proyek ambisius dan terkesan sekadar kepentingan “bagi-bagi” proyek
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa kecenderungan pemerintah yang terjebak pada pembangunan proyek ambisius yang berlebihan dan terkesan sekadar kepentingan “bagi-bagi” proyek, justru dinilai semakin memperburuk stigma lemahnya kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

“Semisal proyek listrik 35.000 MW tetap akan dilakukan, meski diakui pemerintah sendiri akan merugikan PLN,” kata Yusril dalam konpers bertajuk “Setahun Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK” yang digelar di Markas Besar PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015) siang.

Sebab, menurut Yusril, kalau 35.000 MW dilaksanakan sampai 2019, maka akan ada kapasitas lebih dari 21.000 MW. Sementara dalam kesepakatan pembelian dengan swasta, PLN harus membayar 25 persen, dipakai atau tidak dipakai dan itu akan membuat PLN mengalami kesulitan harus membayar excess power sebesar 10,763 milliar dollar AS.

“Belum lagi proyek KA ‘Super Cepat’ Jakarta-Bandung yang sama sekali tak ada urgensinya dengan kesulitan ekonomi sesungguhnya yang sedang kita hadapi sekarang ini,” ujar Yusril.

Tetapi, sebaliknya justru akan menambah beban utang baru kepada BUMN yang terlibat proyek ini, karena biaya pembangunan kereta cepat sebesar 78 triliun itu bukan berasal dari pengalihan subsidi BBM seperti yang sering diungkapkan pemerintah, melainkan setoran equity 25 persen konsorsium 4 BUMN senilai hampir 19 triliun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sementara sisanya 75 persen berasal dari pinjaman China kepada 4 BUMN tersebut yang harus dilunasi selama 60 tahun,” ungkap Yusril.

Menurut Yusril, secara umum kinerja dan kebijakan pemerintah Jokowi-JK dalam satu tahun ini sesugguhnya belum menunjukkan adanya perbaikan-perbaikan kepada keadaan yang lebih signifikan. Lemahnya, pemerintahan saat ini terlihat dari berbagai kegaduhan yang muncul di tengah-tengah anggota kabinetnya sendiri.

“Celakanya secara atraktif seringkali sang presiden terkesan menyederhanakan semua persoalan yang timbul, mulai dari koordinasi, manajemen hingga kebijakan yang ditempuh justru menimbulka persoalan baru yang sudah seharusnya tak perlu muncul,” demikian tandasnya.

Turun hadir dalam konpers di antaranya Jurhum Lantong (Sekjend DPP PBB), Jamaluddin Karim (Ketua Harian DPP PBB), Yusril Ihza Mahendra (Ketum DPP PBB), MS Kaban, M.Si (Ketua Dewan Syuro DPP PBB) dan Apriani Syahnoor (Ketua DPP PBB).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaJoko widodoJokowiPartai Bulan BintangPBBproyekyusril ihza mahendra
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Bencana Asap, PBB Usulkan Para Ulama Gelar Shalat Istisqa’
Tulisan selanjutnya NU, Indonesia dan Pejuang Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?