Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Aset Negara Bisa Dikuasai Pemerintah China

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2015 18:10 6:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Oktober 2015 14:00
Bagikan
Jokowi dan Presiden Xi Jinping (ilustrasi)
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan rasa kekhawatirannya apabila pemerintahan Jowo Widodo (Jokowi) terus menerus melakukan kerjasama dengan pemerintahan China.

“Itu menjadi kekhawatiran sangat serius bagi kita. Sebab, membangun kerjasama ekonomi dengan pemerintahan China tidak pernah lepas dengan persoalan-persoalan politik juga,” kata Yusril kepada hidayatullah.com, usai konprensi pers bertema “Setahun Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK” di Markas Besar PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Apalagi, imbuh Yusril melanjutkan, cara-cara kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah China melalui BUMN dan pinjaman ke bank-bank China. Menurutnya, cara-cara yang seperti itu, sebenarnya secara politik bisa menguasai aset-aset yang dimiliki oleh negara (Indonesia, red).

“Katakanlah pinjaman tersebut mau diarahkan antara bisnis ke bisnis, itu sama sekali tidak mungkin dilakukan oleh pemerintahan China. Sebab, perusahaan yang ada di China yang melakukan kerjasama dengan pihak luar negeri itu di bawah control pemerintahan China dan umumnya perusahaan itu adalah milik pemerintahan China sendiri,” jelas Yusril.

Selai itu, Yusril mengatakan bahwa cara-cara China melakukan kerjasama ke BUMN pada akhirnya akan membuat posisi pemerintah Indonesia menjadi sulit untuk mengembalikan hutang dan akan menjadi beban sebagaimana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang invetasinya sekitar 78 triliun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Padahal 78 triliun itu tidak sedikit, dan jika dibuat untuk membangun infrastruktur di daerah-daerah sangat luar biasa,” cetus Yusril.

“Lalu, sekarang yang jadi pertanyaan buat kita apa urgensinya presiden membuat proyek seperti itu karena orang pergi ke Bandung dari Jakarta belum ada yang mengeluh kok, masih bisa naik pesawat, pakai mobil lewat jalan tol maupun naik kereta api yang sudah ada sekarang?”

Menurut Yusril, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini urgensinya nggak ada sama sekali. Bahkan kalau dipakai untuk membangun jembatan selat Sunda yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera (Selat Malaka,red) sebesar 200 triliun justru lebih realistis.

“Tetapi kan Pak Jokowi nggak mau melakukan itu. Padahal pemerintah sebenarnya tidak keluar investasi secara langsung karena dibiaya pihak swasta. Sekarang malah jadi beban utang. Berat itu,” tandas Yusril.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aset negaraBUMNchinahutangJoko widodoJokowiyusril ihza mahendra
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pastor di Peru Dihukum 35 Tahun Lakukan Pelecehan Seks Anak
Tulisan selanjutnya Sambut Munas IV Hidayatullah, Pemuda Bahas Kepemimpinan Nasional Berintegritas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?