Hidayatullah.com—Sebanyak 5 Kabupaten/Kota di Jawa Timur; Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi potensi erupsi Gunung Bromo, yang dalam beberapa hari ini menunjukkan peningkatan aktifitas.
Kepala Pusat Data, Informasi & Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho membeberkan, pihaknya terus mematangkan rencana tersebut.
“Rambu-rambu evakuasi sudah dipasang, jalur-jalur evakuasi (titik kumpul) telah disiapkan, kemudian mendirikan posko di kecamatan Sumber dan Sukapura, kata Sutopo, Senin (15/12/2015) kemarin.
Menurut Sutopo, masalah infrastruktur untuk jalur evakuasi masih menjadi kendala terbesar dalam persiapan ini.
“Jika ada peningkatan erupsi Gunung Bromo, jalur yang ada masih belum memadai”.
Untuk mengantisipasi potensi letusan besar Gunung Bromo, BNPB juga menyiapkan dana siap pakai Rp. 2,5 Milyar. BNPB juga terus mengupayakan perbaikan jaring komunikasi di wilayah – wilayah terdampak.
Meski belum ada pengungsian warga, namun BNPB tetap menghimbau warga untuk menjauhi radius 12km dari pusat erupsi. Wisatawan sendiri masih diperbolehkan untuk berkunjung ke Gunung Bromo, namun dengan memperhatikan informasi peringatan dari petugas. “Belum ada pengungsian, namun warga kami himbau untuk berada jauh 12 km dari pusat erupsi,” tambah Sutopo.
Sejauh ini erupsi Gunung Bromo masih menimbulkan dampak turunya abu vulkanik di sekitar daerah terdampak tergantung arah angin. Erupsi gunung di Jawa Timur tersebut juga telah melumpuhkan aktifitas penerbangan di Malang Jawa Timur.
Menurut sutopo, PVMBG belum dapat memprediksi lebih lanjut, apakah Gunung Bromo akan memiliki potensi letusan yang lebih besar, seperti yang terjadi pada tahun 2010.
“Erupsi gunnug bromo ini kecil, tapi terus menerus”. ujarnya.*