Hidayatullah.com- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembuatan dan peredaran terompet yang terbuat dari sampul Al-Quran.
“Pengusutan harus sampe tuntas menemukan aktor intelektualnya mengingat peristiwa ini telah berulang kali terjadi seperti kasus celana Jean, kaos bertuliskan ayat al-Quran ataupun kasus sandal berlafadz Allah yang telah terjadi beberapa bulan yang lalu,” jelas Sodik kepada hidayatullah.com melalui pesan singkat, Selasa (29/12/2015).
Menurut Sodik, ketika kasus serupa muncul sekali, maka ummat Islam dan masyarakat masih saja berfikir hal itu akibat kelalaian atau akibat keluguan para pelaku. Tetapi ketika peristiwa ini berulang terus, maka wajar jika umat berfikir ada aktor atau skenario dibalik rentetan pelecehan ayat suci maupun lafadz Tuhan tersebut.
Sebagaimana dikutip laman detikcom, ditemukan terompet berbahan sampul Al-Quran yang dijual di minimarket Kendal, Jawa Tengah dan sekitarnya. Sehingga warga kaget dan langsung melaporkannya ke polisi
Terompet tersebut diketahui diijual di minimarket berdasarkan pengamatan warga yang juga merupakan tokoh agama Kebondalem, Kendal, Ahad (27/12/2015).
Di terompet, ada tulisan “Kementerian Agama RI tahun 2013” dan kaligrafi Arab dengan tulisan lafaz Al-Quran.
Atas laporan warga, polisi langsung turun tangan. Mereka menyisir sejumlah minimarket untuk mencari barang serupa.
Dari informasi yang diperoleh media detikcom, puluhan terompet disita. Namun di beberapa minimarket, banyaj terompet sudah terjual habis. Sementara yang belum laku kini ditarik dari peredaran.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Nur Ali membenarkan ada terompet berbahan bagian diduga Al-Quran. “Sedang kita dalami, semoga cepat selesai ya,” kata Nur Ali saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/12/2015).*