Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

4 Tuntunan Quran Menjadi Orang Tua Idaman

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Desember 2015 08:46 8:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Desember 2015 08:46
Bagikan
Bagikan

ERA global adalah era dunia yang dilipat, demikian istilah seorang pakar. Bagaiaman tidak? Melalui sains dan teknologi, realitas baru membuat orang bisa berhubungan dengan lainnya dari berbagai belahan dunia dalam waktu cepat.

Hanya saja, pada saat yang sama, capaian sains dan teknologi yang dibanggakan itu tidak sedikit yang menimbulkan problem bagi kehidupan. Tidak terkecuali dalam soal mendidik anak.

Sering kita dengar keluhan orang tua, “Saat ibu dan ayah seusiamu, shalat sudah gak perlu disuruh-suruh lagi.” Ada juga, “Ketika kami dulu dipanggil orang tua, tidak pernah kami menunda apalagi asyik bermain hape.”

Ungkapan tersebut adalah wujud dari rasa kecele banyak orang tua terhadap perilaku anak-anaknya. Tetapi, inti permasalahannya adalah, apakah kita sebagai orang tua telah melakukan evaluasi diri, sehingga muncul kesadaran bahwa dari orang tualah perubahan atas perilaku anak itu mesti dimulai.

Tidak sedikit orang tua memudahkan persoalan seolah anak dengan sendirinya akan sadar dan memahami, kemudian menjadi baik layaknya dirinya sendiri, sehingga tidak sedikit di antara pasangan suami istri merasa cukup hanya dengan menyekolahkan anak-anaknya dan mohon maaf agak abai dalam membina mereka secara mental di dalam rumah.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Padahal, kalau kita telusuri di dalam Al-Quran, sumber utama pendidikan anak itu tidak lain adalah orang tuanya sendiri, bukan sekolah atau orang lain.

Mari kita simak beberapa fakta tentang bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya.

Pertama, mendengar dengan sangat antusias dan merespon dengan penuh kesungguhan. Keteladanan seperti itu diberikan oleh Nabi Ya’kub terhadap putranya Nabi Yusuf Alayhimassalam.

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَباً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS. Yusuf [12]: 4).

Mendengar ucapan putranya yang sesungguhnya cukup belia itu, beliau merespon dengan sangat serius.

قَالَ يَا بُنَيَّ لاَ تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيْداً إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf [12]: 5).

Kalau kita dalami, dari dialog inilah sebenarnya kisah mengagumkan Nabi Yusuf Alayhissalam dimulai. Ya, dari sebuah dialog yang menunjukkan perhatian dan antusisasme seorang ayah terhadap ucapan anaknya.

Pelajaran yang bisa kita petik di antaranya adalah untuk membuat anak mendengar kemudian yakin dengan nasehat orang tuanya, maka hal utama yang mesti dilakukan oleh orang tua adalah bersungguh-sungguh mendengarkan ucapan, ungkapan, kisah, atau pun keluhan anak-anaknya. Apalagi ketika anak sudah menginjak usia remaja. Yang apabila orang tua gagal menjadi “pendengar yang baik” mereka akan berkeluh kesah di media sosial.

Kedua, terus-menerus menanamkan tauhid kepada anak. Hal inilah yang dicontohkan oleh Luqman Al-Hakim.

Dimulai ajaran agar anak tidak mensekutukan Allah, kemudian pemantaban keyakinan bahwa segala amal perbuatan pasti akan dibalas oleh Allah, meski amal perbuatan itu seberat biji sawi dalam bentuk kebaikan atau pun keburukan, semua Allah hitung dan akan diberikan balasan.

Selanjutnya, Luqman Al-Hakim menekankan pentingnya mendirikan shalat sepanjang hidup dan amar ma’ruf nahyi munkar dan bersabar atas apa yang menimpa diri. Jangan menjadi pribadi sombong dan berlemah lembutlah dalam berbicara. Demikianlah perkara penting yang diteladankan Luqman Al-Hakim yang termaktub di dalam Al-Quran dari ayat ke 13 hingga ayat ke 19.

Ketiga, mendoakan anak-anak untuk komitmen pada perkara-perkara asasi, seperti tauhid dan shalat. Demikianlah yang diteladankan Nabiyullah Ibrahim Alayhissalam.

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ ٤٠

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim [14]: 40).

Keempat, terus memastikan tauhid anak-anak, meskipun mereka sudah dewasa, berkeluarga dan memiliki keturunan. Demikianlah yang diteladankan oleh Nabiyullah Ya’qub Alayhissalam.

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاء إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُواْ نَعْبُدُ إِلَـهَكَ وَإِلَـهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـهاً وَاحِداً وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah (2): 133).

Pertanyaan Nabi Ya’qub tersebut menunjukkan bahwa komitmen dalam tauhid itu tidak mudah, mesti terus diawasi. Setidaknya, jangan sampai dalam hal mencari rizki anak-anak kita menerabas ketentuan syariat, meninggalkan shalat, menghalalkan segala cara yang pada akhirnya merusak aqidah dan ketauhidan mereka kepada Allah Ta’ala, sehingga yang sejatinya disembah bukan lagi Allah Ta’ala, tetapi kedudukan dan kekayaan.

Demikianlah Al-Qur’an memaparkan tentang bagaimana orang tua mendidik putra-putrinya. Dengan kata lain, seperti itulah Al-Qur’an mengidamkan setiap orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Mungkin tidak mudah, tetapi di situlah hikmah perintah mujahadah yang jika terus diupayakan akan berbuah jannah. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakorang tuaPendidikanshalat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Muhammad Mahfuzh at-Termasi, Ulama Indonesia yang Dimiliki Dunia
Tulisan selanjutnya Wakil Ketua Komisi VIII: Usut Tuntas Kasus Terompet Berbahan Sampul Al-Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?