Hidayatullah.com– Cara paling penting untuk mengajak pelaku lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender (LGBT) kembali ke fitrahnya adalah merangkulnya dengan cinta dan kepedulian.
Hal itu diungkapkan anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dr Dewi Inong Irana, SpKK saat menjadi pembicara di seminar bertema ‘LGBT dalam Perspektif Keilmuan’ di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.
Dokter spesialis kulit dan kelamin yang setiap hari menangani klien LGBT ini mengatakan, hampir semua pelaku penyimpangan seksual itu sebenarnya ingin kembali normal.
“Mereka banyak yang tanya ke saya apakah mereka masih bisa sembuh dan insyaf,” ujarnya, Jum’at (26/02/2016) itu.
Namun sayangnya, menurut Inong, banyak masyarakat yang tidak paham ketika seorang LGBT ingin kembali normal, justru dijauhi dan tidak dirangkul.
“Mereka banyak yang mengkomplain ke saya, ‘percuma, Dok, nggak ada yang mau terima kita’, padahal kita harus mengajaknya, merangkulnya dengan cinta,” tuturnya.
Inong mencontohkan, salah satu kliennya bisa sembuh total saat kembali ke lingkungan agamanya. Karena di situ dia dicintai dan disayangi.
“Bahkan tidak hanya dirangkul, tapi juga diberi pekerjaan, dikasih cinta, dikasih teman. Cepet sembuhnya,” papar konsultan lembaga Peduli Sahabat ini.
“Makanya ayo kita dekati, kita sayangi supaya kembali ke fitrah. Jangan cuek,” lanjutnya.
Walaupun, terang Inong, kebanyakan dari para pelaku LGBT ini cenderung bersifat tertutup. “Tapi kalau sudah dekat akan mudah diajak (hidup normal. Red) kok,” pungkasnya.*