Hidayatullah.com – Narkoba dinilai seperti soft terrorism yang sangat mengerikan yang menewaskan di Indonesia sekira 40 orang setiap harinya, dan sebanyak 5,8 juta jiwa terjangkit zat adiktif tersebut.
Demikian diutarakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, KH. Hasyim Muzadi saat menerima kunjungan Gerakan Indonesia Beradab (GIB) di kantornya, komplek Istana Kepresidenan, belum lama ini.
“Narkoba berbeda dengan terorisme, kalau terorisme itu kan mengambil nyawa orang, tapi kalau narkoba yang diambil kehidupan seseorang,” ujarnya.
Menurutnya, narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa yang meyengsarakan korbannya sebelum akhirnya tewas.
“Orang yang membentur-benturkan kepalanya karena terlambat mengkonsumsi. Ini kan mengerikan,” tukasnya.
“Narkoba ini menyerang dengan kenikmatan sementara untuk kehancuran selanjutnya, maka pasti peminatnya banyak,” tambah Kiai Hasyim.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa jika hanya mengandalkan aparat semata. Tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk melawannya.
“Tidak bisa, ini harus menjadi gerakan nasional. Beri tahu bagaimana bahayanya, ini sudah sangat mengerikan,” paparnya pada Kamis (24/03/2016).
Pimpinan pesantren Al-Hikam Malang ini mencotohkan, jika saja sepuluh persen dari jumlah pengidap narkoba tidak kuat meneruskan membeli barang haram tersebut, berarti ada sekira 580 ribu orang mati dengan proses yang mengerikan.
“Itu kok bisa tidak kelihatan gimana? Ini kan makin lama bukan makin sedikit,” pungkasnya dengan nada tanya.*