Hidayatullah.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin menyatakan, bahwa merupakan suatu kerugian bagi umat Islam jika kunjungan sejumlah wartawan Indonesia ke Israel adalah sebagai bentuk dukungan adanya upaya hubungan diplomatik kedua negara.
“Kalau ditafsirkan sebagai dukungan tentu merugikan,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Kantor MUI, Jl. Proklamasi No. 51, Jakarta, Rabu (30/03/2016).
Baca:
Kemesraan Wartawan RI dan Netanyahu Dinilai Penghinaan pada Bangsa Indonesia
Beramah-tamah dengan Netanyahu dan ‘Israel’ Dinilai Tindakan yang Salah
Kiai Ma’ruf menegaskan, jangan sampai kunjungan tersebut merusak politik luar negeri Indonesia.
“Kita tetap mendukung kemerdekaan Palestina secara berdaulat. Kemudian tetap melaksanakan boikot terhadap kebijakan atau produk Israel. Sebagaimana keputusan-keputusan pada KTT Luar Biasa OKI beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Keputusan itu bisa berubah, terang Kiai Ma’ruf, jika Israel merubah perilakunya terhadap Palestina, mengakui kemerdekaannya dan mengembalikan wilayah yang sudah dirampas.
Sebelumnya, atas sponsor dari Kementrian Luar Negeri Israel, sejumlah wartawan senior Indonesia mengunjungi Israel dan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin (28/03/2016) lalu.*