Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Busyro Muqaddas: Modus KOMJI Ada pada Isu Terorisme Sekarang

Bambang S
Terakhir diupdate: 7 April 2016 10:29 10:29 am
Bambang S
Dipublikasikan 7 April 2016 10:11
Bagikan
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqaddas menunjukkan buku "Dominasi Rezim Intelejen,” terkait rekayasa intelijen dalam kasus terorisme
Bagikan

Hidayatullah.com–Kasus-kasus terorisme yang terjadi di Indonesia belakangan ini mirip dengan  Komando Jihad (KOMJI) yang mencuat pada tahun 80-an. Demikian dikatakan Busyro Muqaddas, salah satu pimpinan Muhammadiyah, pada hidayatullah.com beberapa waktu lalu di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Modus-modusnya Komji, lanjut Busyro, juga ada pada isu terorisme sekarang.

“Ada baiat, ada perampokan untuk mengumpulkan dana, ada isu Negara Islam, ada keaatan dan loyalitas kepada pimpinan tertinggi atau imam,” jelas Busyro.

Menurut Busyro, KOMJI adalah rekayasa negara yang diotaki oleh Ali Moertopo. Tujuannya untuk melemahkan potensi politik umat Islam yang dianggap bisa mengganggu kekuasaan Soeharto. “Sayangnya, mereka (KOMJI) tak sadar telah terjebak pada skenario intelijen,” kata Busryo.

Ali Moertopo dikenal sebagai salah satu arsitek Orde Baru. Ia seorang pemikir, tokoh intelejen dan juga politikus.  Sebagai pemikir ia mendirikan CSIS, lembaga think tank-nya Orde Baru yang hingga kini masih eksis.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebagai intelegen Ali  pernah menjabat Wakil Kabakin (Badan Koordinasi Intelejen Negara). Jabatan terakhir pria kelahiran Blora ini adalah Menteri Penerangan.

Di KOMJI Ali banyak merekrut orang-orang yang dulu terlibat  dalam kasus Daruul Islam (DI).  Ali yang membentuk Komji, Ali pula yang membenturkan dengan Soeharto.  Demikian kata Busyro. Waktu itu KOMJI dituding ingin menyungkil kekuasaan Soeharto.

Busyro yang waktu itu menjadi dosen hukum di UII terjun sebagai pembela para terdakwa KOMJI. “Saya mendampingi mereka sampai kasusnya selesai,” kata Busyro.

Busyro juga melakukan penelitian intensif kasus yang sempat memojokkan umat Islam ini. Dari penelitian ini ia kemudian menulis buku berjudul “Dominasi Rezim Intelejen.”

Dalam penelitian itu, Busyro mengaku sempat langsung mewawancarai mantan Kabakin Letjen Soetopo Yuwono. Busyro juga bertemu langsung dengan Sudomo tiga kali. Sudomo adalah tangan kanannya Soeharto, di antaranya ia pernah menjadi Pangkokamtib (Panglima Komando Pemulihan dan Ketertiban).

Berdasarkan data penelitiannya, Busyro dengan tegas menyatakan, “Komji itu kejahatan intelijen negara.” Bagaimana dengan kasus terorisme sekarang, apakah ini juga rekayasa?

Mantan Komisiner KPK ini curiga begitu. “Jangan-jangan begitu, untuk memperalat umat Islam lagi,” katanya.

Ada yang  aneh di mata Busyro, Presiden sudah berganti 4 kali dan Kapolri berganti 5 kali, tapi masalah terorisme tak perna selesai. “Ada apa ini?” katanya curiga.

Belum lama ini mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini pernah meluncurkan sebuah buku berjudul “Hegemoni Rezim Intelijen” yang merupakan disertasi atau karya ilmiah Busyro untuk tugas akhir program doktor di Universitas Islam Indonesia (UII).

Kesimpulan buku itu  menjelaskan bahwa isu “terorisme’ di Indonesia tidak akan pernah selesai. Semua ini karena para pelakunya itu sendiri sengaja dipelihara.

Baca: Banyak Pelaku Kasus Terorisme Sengaja Dipelihara

Baca lengkapnya dalam wawancara 7 halaman di Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2016]

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali MoertopoBusyro Muqoddasdensus 88intelijenMuhammadiyahterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BNN Balikpapan: Narkoba Lebih Berbahaya dari Teroris
Tulisan selanjutnya Pelanggan Pelacuran di Prancis Didenda Rp 57 juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?