Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peneliti: Pornografi dan Miras Penyebab Utama Kasus Yuyun

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Mei 2016 08:03 8:03 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Mei 2016 08:00
Bagikan
Peneliti Psikologi Saraf (Neuropsychology), Ihshan Gumilar
Bagikan

Hidayatullah.com– Peneliti psikologi saraf (neuropsychology), Ihshan Gumilar mengatakan, terjadinya kasus pemerkosaan berkelompok berujung kematian yang dialami Yuyun (14) didasari oleh beberapa faktor. Di antaranya pornografi, minuman keras, dan sosial psikologi.

Ia menjelaskan, pengaruh alkohol dalam minuman keras akan menekan tingkat aktivasi bagian otak yang berperan penting (prefrontal cortex/PFC) dalam mengontrol perilaku manusia.

“Meminum alkohol itu akan menekan aktivasi kerja PFC tadi. Alhasil, ketika itu ditekan maka seseorang tidak mempunyai self control (kontrol diri). Dan di saat yang sama sudah teradiksi pornografi, maka dia akan bablas,” ujar Ihshan saat dihubungi hidayatullah.com di Jakarta, Jumat (06/05/2016).

Dosen Psikologi ini juga menambahkan, seseorang yang sudah teradiksi konten pornografi, maka bayang-bayang untuk melakukan aktivitas seks akan selalu datang di otaknya.

Selain itu, menurut Ihshan, tidak hanya faktor dua hal tadi. Dalam kasus pemerkosaan berkelompok juga terdapat faktor sosial psikologi, dimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosialnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dalam kelompok itu mungkin tidak semua orang ingin melakukan pemerkosaan tersebut. Tapi karena ada faktor sosial psikologi, sehingga sebagian lain berpikir kenapa saya tidak,” jelasnya. [Baca: Selama Miras Tak Dilarang, Kasus Yuyun akan Terus Berulang]

Apalagi, sambungnya, jika ada tekanan atau ajakan dari ketua kumpulan tersebut.

“Dalam satu kelompok itu pasti ada yang dijadikan pemimpinnya, baik didaulat atau tidak. Nah, pentolannya itu berpengaruh penting kepada yang lain, mungkin tidak semua orang awalnya mau,” paparnya.

Namun, terang Ihshan, jika saja para pelaku itu tidak menenggak miras mungkin masih bisa untuk mengontrol diri.

“Walaupun tidak menutup kemungkinan, karena memang sudah kecanduan pornografi yang sangat merusak otak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menemui para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengatakan, para pelaku selain menenggak miras juga sering mengakses video porno sebelum peristiwa keji itu terjadi.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Sekjen Aliansi Cinta Keluarga Indonesia, Rita Subagyo mengatakan, kasus yang dialami Yuyun menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran bahwa Indonesia dalam kondisi darurat adab dan moral. [Baca: Sekjen AILA: Kasus Yuyun Momentum Bangkitkan Kesadaran Adab dan Moral]*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ihshan GumilarMinuman kerasMiraspakarpelajarpemerkosaanpenelitiperempuanPornografisarafYuyun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan Membentuk Insan Adabi
Tulisan selanjutnya Wali Kota London Terpilih Sadiq Khan Pernah Dukung Perkawinan Sejenis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?