Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Taufiq Sebut Komunis Bangkit untuk Balas Dendam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Mei 2016 14:33 2:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Mei 2016 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejarawan dan Budayawan Taufiq Ismail mengatakan, korban nyawa akibat keganasan komunisme sebanyak 120 juta orang. Jumlah itu tiga kali lipat dari korban seluruh perang di dunia sepanjang abad 20. Mulai korban Perang Dunia I, II, Korea, Afghanistan, Vietnam, Iraq, Palestina, dan Lebanon.

“Kalau perang di dunia sepanjang abad 20 itu digabung, korban sekitar 38 juta orang. Sepertiga korban pembantaian yang dilakukan komunis,” kata Taufiq di kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta Pusat, belum lama ini.

Taufiq juga mengatakan, partai komunisme sudah merebut kekuasaan atau melakukan kudeta di 28 negara dan melakukan program-programnya.

“Program pertama adalah kerja paksa, yaitu dengan cara memecat orang-orang yang bukan komunis dari pekerjaannya. Lalu, dikirim keluar kota untuk bekerja sebagai petani ataupun buruh di pabrik. Dan mereka sangat menderita sekali,” paparnya.

Akibat dari kondisi (kerja paksa) seperti itu, kata Taufiq, sebanyak 35 juta orang melarikan diri, sepanjang 1917 sampai 1971.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dalam sejarah dunia tidak ada pengungsi yang meninggalkan negaranya karena tidak tahan dan tertindas sebanyak 35 juta orang,” katanya.

Selanjutnya, Taufiq menuturkan, ada 4 algojo raksasa komunis di dunia. Yaitu Lenin, membunuh 500 ribu orang sepanjang 1917-1923. Lalu, Stalin membunuh 43 juta orang dari 1925-1953, Mao Tse-Tung membantai 70 juta orang (1947-1976), serta Pol Pot yang membantai 2 juta orang (1975-1979).

“Kematian korban dari 4 algojo tersebut akibat dari kerja paksa, kegagalan ekonomi, dan dibantai oleh sesama bangsanya sendiri,” katanya.

Merebut Kekuasaan dengan Kekerasan

Lebih jauh, Taufiq mengungkapkan, asal usul ideologi komunis adalah dua pemuda yang meletakkan dasarnya pertama kali yaitu Karl Marx (30 tahun) dan Friedirch Engels (28 tahun). Mereka menerbitkan buku berjudul Manifesto Komunis tahun 1848.

“Buku itu sampai sekarang tidak pernah dirubah. Tujuan partai komunis jelas sekali dalam buku ini yaitu merebut kekuasaan dengan kekerasan. Tapi, mereka (partai komunis) di seluruh dunia menutup-nutupi tujuan ini. Dan mereka berdusta dengan mengatakan istilah pemerataan, sama rata, sama rasa, dan sebagainya. Itu semua bohong!” bebernya.

Sementara kalau melihat kembali apa yang telah terjadi di Indonesia. Dari sekian 75 negara dunia masing-masing dikudeta partai komunis sebanyak satu kali, jelasnya. Dan hanya Indonesia yang dikudeta sebanyak tiga kali oleh partai komunisme yaitu tahun 1926, 1948 serta 1965.

“Tapi Alhamdulillah, bangsa Indonesia mampu dengan cepat merebut kembali kekuasaan tersebut. Itu 50 tahunan yang lalu,” ujarnya.

Adapun sekarang ini, Taufiq menegaskan, komunis secara diam-diam kembali bergerak di Indonesia. Tetapi, bukan untuk menyebarkan ideologi komunisme, melainkan untuk membalas dendam. Sebab, ideologi itu sudah tidak laku lagi di seluruh penjuru dunia.

“Mereka semakin bersemangat untuk membalas dendam karena sudah terlalu lamanya dilarang di Indonesia. Jadi, untuk menyikapi itu semua, mari kita bersama-sama terus membasmi kebodohan, memberantas kemiskinan, menghabisi korupsi, meredam kekerasan dan anarki, serta menegakkan hukum dan keadilan di negeri kita,” tandasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KGBKomunis Gaya BaruPartai Komunis IndonesiaPKITaufiq Ismail
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali
Tulisan selanjutnya Jadilah Santri yang Percaya Diri, Anti Rendah Diri!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?