Hidayatullah.com– Sejumlah mahasiswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta mengunjungi kantor Kelompok Media Hidayatullah (KMH) di Jl Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Jakarta Timur.
Kunjungan pada Kamis pagi, 26 Sya’ban 1437 (02/06/2016) itu dirangkai dalam kegiatan Studi Jurnalistik Forum Komunikasi Mahasiswa LIPIA se-Sulawesi (FORMALIS).
Mereka diterima oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) KMH Mahladi, Pemred Majalah Suara Hidayatullah Dadang Kusmayadi, Redaktur hidayatullah.com MA Syakur, serta Ketua Penulis Muda Nusantara (PENA) Pusat Masykur yang juga alumnus LIPIA.
Dalam sambutannya, Mahladi menyampaikan apresiasinya atas keinginan para mahasiswa untuk mempelajari ilmu jurnalistik.
“Kami sangat berbahagia karena di depan saya ada anak-anak muda yang kelihatannya semangat dalam memperjuangkan Islam dan kaum Muslimin,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, ia menyampaikan tentang pentingnya para mahasiswa memahami dunia jurnalistik khususnya tulis-menulis.
Studi jurnalistik itu berlangsung sejak sekitar pukul 09.15 WIB. Selain pemaparan singkat materi jurnalistik, acara juga diisi dengan diskusi. Di antara yang ditanyakan para mahasiswa adalah bagaimana cara menulis yang bagus.
Menjawab itu, Mahladi menjelaskan, selain mempelajari teori tulis-menulis, para mahasiswa sebaiknya langsung mempraktikkannya. Ibarat belajar berenang, seberapa banyak pun teori dipelajari, tetap tidak bisa berenang tanpa praktik.
“Kalau mau bisa berenang, ya harus menyentuh air,” ujarnya.
Sedangkan Dadang Kusmayadi berpesan, selain teknis menulis yang bagus, mahasiswa juga mesti menghadirkan ruh dalam tulisannya.
“Sehebat apapun teori jurnalistik, tapi kalau tidak diimbangi dengan ruh, maka akan sia-sia,” ujarnya mengutip pesan pendiri Hidayatullah, (allahuyarham) Ustadz Abdullah Said.
Agar ruh bisa masuk ke dalam tulisan, lanjutnya, seorang penulis Muslim mesti selalu berdoa agar tulisannya bermanfaat dan berpengaruh positif bagi umat.
Antusias Mahasiswa
Sementara itu, Ketua FORMALIS, Ridwan Hakim, menyampaikan antusiasnya terhadap motivasi menulis yang mereka dapatkan. Ia mengaku selama ini mengikuti perkembangan dunia Islam di antaranya melalui media milik KMH.
“Yang saya ‘pegang’ sekarang ini hidayatullah.com,” aku pria asal Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.
Hamka Faruq, mahasiswa lainnya yang juga senior FORMALIS, menyampaikan harapannya agar KMH bisa terus membimbing mereka dalam dunia tulis-menulis.
“Dari Suara Hidayatullah agar memberikan wejangan kepada FORMALIS,” ujar lajang asal Palopo, Sulsel ini.
Selain itu, mereka pun berharap, ke depannya KMH bisa mewadahi hasil karya tulis mereka, baik di media cetak maupun online.
Gayung bersambut. Harapan itu direspon positif. Masykur mengatakan, komunitas PENA siap menemani para mahasiswa untuk sama-sama belajar tulis-menulis.
“Kami juga bermitra dengan hidayatullah.com,” ujarnya. “Selama ini karya tulis anggota PENA sering kami muat,” tambah Syakur.
Selain Ridwan dan Hamka, mahasiswa yang mengikuti acara itu adalah Fachrullah asal Kolaka, Sulawesi Tenggara; Mawardi Hakim (Bone, Sulsel); serta dua akhwat; Farzillah (Pinrang, Sulsel) dan Ibdah Sakinah (Sulawesi Barat).
Di penghujung acara jelang waktu Zhuhur, Ketua FORMALIS menyerahkan cenderamata kepada Mahladi. Usai studi singkat, semangat menjadi “mujahid pena” terlihat dari raut wajah para mahasiswa LIPIA itu.*