Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Psikiater: Stop Kampanye LGBT, Penyimpangannya Bisa Diobati

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Juli 2016 13:17 1:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juli 2016 10:02
Bagikan
Prof. Dadang Hawari, psikiater dan Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kalangan cendekiawan melakukan Judicial Review (Uji Materi) KUHP Pasal 284,285, dan 292 tentang perzinahan
Bagikan

Hidayatullah.com–Salah satu ahli pemohon dalam Judical Review (Uji Materi) KUHP pasal 284,285 dan 292 atau kerap disebut ‘Pasal Perzinahan’ , menghadirkan Prof. Dadang Hawari, psikiater dan Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut Dadang Hawari,  manusia itu dilahirkan sesuai fitrah. Secara biologis jelas bisa dibuktikan. Karena itu, fitrahnya manusia itu heteroseksual, bukan homoseksual. Meski homoseksual itu termasuk kelainan, dia bukan gen, jadi bisa diobati.

“Manusia dilahirkan sesuai dengan fitrah. Pada waktu dilahirkan sudah ada (yang namanya) daerah erotis (erotic zone). Yang mula-mula pada mulutnya. Oleh karena itu, kita bisa melihat bayi sering menghisap jempol. Apa pun yang dihisap di jempolnya,” ulasnya dalam sidang yang dilaksanakan di Gedung MK (26/07/2016).

Setelah berjalan dua tahun, menghisap jempol itu hilang dan berganti pada tahap-tahap berikutnya, termasuk pindah ke bagian kelamin.

“Pada usia sekitar 5 tahun daerah erotisnya pindah ke alat kelamin. Kita seirng kalau kita perhatikan, anak kecil suka menggesek-gesekkan alat kelaminnya dan sebagainya. Itu pun hilang,” tegasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kemudian, darimana muncul homo seksual atau LGBT, di situlah faktor lingkungan berpengaruh.

“Nah, antara 5 tahun sampai puber, yaitu ditandai dengan ejakulasi pada anak laki-laki atau mensturasi pada anak wanita. Kalau terjadi pengaruh-pengaruh yang negatif, pengaruh-pengaruh homo seksual misalnya, atau LGBT, nah di situlah terjadi penyimpangan,” paparnya.

Disampaikan oleh Prof. Dadang Hawari hal itu juga diakui oleh psikolog Barat, Sigmund Freud.

“Pendapat para ahli sudah mengatakan bahwa penyimpangan yang terjadi pada LGBT bukan karena gen, bukan karena bawaan, tapi kearena lingkungan perkembangannya mengalami gangguan. Itulah secara kilas garis besar apa yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, pakar yang ahli di bidang seksual,” urainya.

Sementara itu, homoseksual dikatakan Dadang terjadi karena seseorang mengalami trauma di masa anak-anak.

“Gay termasuk homo seksual disebabkan karena trauma di masa anak-anak. Gay dapat disembuhkan menjadi heteroseksual dnegan menjalani restoratif terapi. Ada terapinya. Jadi, gay terjadi bukan karena faktor gen,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam tinjauan psikologi. Dadang berpegang pada riset yang dilakukan Paul Cameron, bahwa ternyata secara psikologis, kaum homoseksual juga bisa disembuhkan.

“Pendapat dari Paul Cameron, Ph.D., dari Family Research Institute. Bahwa klaim homoseskual tidak bisa diubah secara psikologis juga keliru besar. Faktor pennyakit ini bisa diobati secara psikologis,” tegasnya.

Terakhir, terapi terpenting bagi penderita LGBT adalah kehendak kuat untuk bertaubat.

“Semua (penyakit) itu bisa kalau orang mau bertaubat. Pintu taubat masih terbuka. Bertaubatlah kalian. Sesungguhnya semua penyakit ada obatnya, asal obatnya tepat. Dengan izin Allah sembuh.

Indonesia bukan Amerika

Di sisi lain, penulis buku Al Quran Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa ini menyinggung teksbook American Psychological Association (APA) terkait LGBT yang dinilai menjadi ‘kitab suci’ kaum homo.

Secara ringkas, Dadang menjelaskan sejarah penggolongan gangguan jiwa oleh APA yang rupanya ada penghalusan kata atau eufimisme dalam buku tersebut.

Dimana dalam  edisi pertamanya, LGBT termasuk gangguan jiwa. Pada edisi kedua, edisi ketiga, edisi keempat sudah berubah lagi. LBGT sudah dibagi dua, menjadi distonik dan sintonik, artinya yang mempunyai perasaan guilty feeling, gelisah, tenang karena perilakunya, itu bisa diobati itu. Sementara yang merasa enjoy (senang) saja, tidak perlu diobati, dibiarkan saja. Tetapi setelah itu berganti lagi.

“Nah, yang kelima terbitan yang terbaru, hilang sama sekali LBGT,” ujarnya.

Uji Materiil KUHP pasal 284, 285 dan 292 Penting Selamatkan Moral Bangsa Indonesia

Lalu bagaimana sikap  para psikiater Indonesia? Menurut Dadang, Indonesia bukanlah Amerika, dimana referansi American Psychological Association  tidak harus  menjadi refrensi buat seluruh dunia dan tidak harus mengikutinya dengan mentah-mentah.

“Amerika itu ada kelompok gay assosiotion, ciater gay association, ciater lesbian association, ada. Dan konteks itu mereka campur aduk kan. Nah, inilah yang perlu diwaspadai,” tambahnya

Dadang juga meminta kampanye LGBT harus disetop agar perilaku homoseksual tidak mewabah.

Sebagaimana diketahuii, para akademisi meminta Mahkamah Konstitusi (MK) memperluas makna zina, homoseks dan perkosaan dalam KUHP. Mereka meminta KUHP ditafsir ulang sehingga pelaku homoseks dibui selama 5 tahun.

Pemohon dihadiri; Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si, Rita Hendrawati Soebagio, S.Psi., M.Si, Dr. Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusuma Hastuti Ubaya, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, S.S., M.Hum, Dhona El Furqon, S.H.I., M.H dengan menghadirkan tiga orang dari ahli; Dr. Musni Umar,  Prof. Dr. Dadang Hawari, dan  Prof. Mudzakkir, S.H.

Sementara dari pihak Pemerintah diwakili  Surdiyanto, Hotman Sitorus, Wahyu Jaya Setia Azhari dan Mareta Kustindiana.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:homoseksualjudicial reviewlgbtMahkamah KonstitusimoralPerzinahanuji materizina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Palestina Dipaksa Hancurkan Rumahnya Sendiri di Yerusalem
Tulisan selanjutnya Media Islam Diharapkan Menjadi Pemersatu Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?