Hidayatullah.com– Sudah rahasia umum di dunia teknologi informasi, kebanyakan masyarakat menggunakan perangkat lunak (software) yang tidak asli alias bajakan.
Beda halnya dengan “dai multimedia” yang satu ini, Abu Haidar, 50 tahun.
“Saya ndak mau (pakai) program bajakan, jadi saya beli asli,” ujarnya saat ditemui hidayatullah.com di kediamannya di Perumahan Bumi Palapa, Tunggul Wulung, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, Syawal 1437 H (29/07/2016).
Ustadz ini memang dikenal sebagai dai yang melek teknologi khususnya di Malang Raya.
Dakwahnya, seperti ceramah dan pelatihan, ia geluti dengan sarana multimedia; seperti laptop, pengeras suara, proyektor, dan layar digital.
Berbagai aplikasi atau program komputer pun sudah familiar dengannya.
Misalnya aplikasi pengedit video keluaran Corel, “Saya beli Rp 1 juta lebih,” ujarnya.
“Saya pakai yang asli lah biar barokah,” lanjut salah satu pengurus Mandiri Islamic Center (MIC) ini.
Bukan berarti dai ini “berduit”. Ia mengaku banyak dibantu oleh para muhsinin atau dermawan.
Shalat dan Wudhu
Dalam pelatihannya, dua tema besar yang kerap dibawakan Abu Haidar adalah tentang shalat dan wudhu.
Dalam kehidupan sehari-hari, jelasnya, “Shalat dapat membangun kinerja dan mengatasi masalah tanpa masalah.”
Ia mengatakan, shalat merupakan obat galau. Sedangkan berwudhu akan memberi kesegaran tersendiri bagi Muslimin.
Dalam menyampaikan materi tersebut kepada jamaahnya, Abu Haidar kerap menayangkan ilustrasi berupa foto dan cuplikan video pada layar digital di ruang acara.
Di antara prinsipnya, berbagai acara seperti pengajian, taklim, maupun pelatihan, harus diselenggarakan secara profesional.*