Hidayatullah.com– Pengurus Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Rusdi Efendi mengatakan, pihaknya bersama Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) akan membuat jaringan masjid untuk mengembangkan ekonomi berbasis masjid.
“Sebagai masjid negara, Istiqlal berkewajiban membina masjid se-Indonesia. Salah satu tugasnya bagaimana masjid bisa menjadi pusat ekonomi,” ujarnya usai acara Pelatihan Masjid Mandiri di Istiqlal, Jakarta, Sabtu (24/09/2016) lalu.
Untuk itu, terang Rusdi, nantinya akan dibuat pelatihan gerakan masjid mandiri yang disosialisasikan ke tiap-tiap provinsi dan kota/kabupaten.
Hal senada disampaikan pimpinan MTW, Valentino Dinsi. Ia menyatakan pihaknya akan mempelopori model atau konsep masjid mandiri untuk nanti bisa ditiru oleh masjid-masjid di Indonesia.
“Sebetulnya mereka menunggu ada yang memanggil untuk memulai. Makanya kita coba untuk merubah mindset (pola pikir), bahwa ada satu fungsi yang hilang dari masjid saat ini, yaitu fungsi ekonomi,” jelasnya. [Baca juga: Melebihi Dugaan, Pelatihan Masjid Mandiri di Istiqlal Diikuti Ribuan Peserta]
Karenanya, lanjut Valentino, nantinya pihaknya akan membuat konsep masjid mandiri dalam bentuk tertulis.
“Harus ditulis dan didokumentasikan, sehingga dengan model dan standar itu masjid-masjid bisa melakukannya,” tukasnya.
Selain itu, sambungnya, pihaknya akan membentuk jaringan masjid Nusantara yang bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pemantauan.
Teknisnya, kata Valentino, akan dibuat grup WhatsApp oleh masjid raya yang akan membawahi masjid agung, lalu juga membawahi masjid jami’.
“Termasuk bagaimana kita sedang mengembangkan aplikasi atau platform Masjidkita sebagai teknologi yang akan menghubungkan antar masjid,” pungkasnya.*