Hidayatullah.com– Mayoritas warga Ibukota RI yang memilih pada Pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/02/2017) lalu, tampak tidak menginginkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi gubernur lagi.
Hal itu dilihat dari hasil perhitungan suara semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta. Diketahui, KPUD DKI telah selesai melakukan rekapitulasi data hasil hitung pada setiap TPS.
Jika Dua Putaran, Senator DKI Fahira Ajak Pendukung Agus-Silvy Menangkan Anies-Sandi
Pengamatan hidayatullah.com, situs resmi KPU DKI Jakarta, Sabtu (18/02/2017) pagi, menunjukkan rekapitulasi data C1 sudah 100 persen, yaitu data dari 13.023 TPS.
Hasil hitung real count KPU DKI itu menunjukkan, lebih banyak warga DKI yang menginginkan hadirnya pemimpin baru di Jakarta.
Hasil scan itu menunjukkan perolehan suara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni adalah 936.609 suara (17,05 persen), Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 2.357.587 suara (42,91 persen), dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 2.200.636 suara (40,05 persen).
Terkait Kasus Ahok, Umat dan Parpol Islam Diharapkan Bersatu di Pilkada DKI
Masing-masing perolehan suara pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi jika ditambahkan hasilnya sebanyak 3.137.245 suara (57,01 persen). Artinya, jumlah warga DKI yang tidak memilih Ahok lebih banyak daripada pemilih Ahok yang “cuma” 2.357.587 suara (42,91 persen).
Menurut data KPU DKI itu, total jumlah pengguna hak pilih pada Pilkada DKI Jakarta kali ini adalah 5.563.418 orang dari total pemilih sebanyak 7.218.272 orang. Tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,1 persen.
Masih menurut data KPU DKI itu, dari total suara 5.525.860, suara sah sebanyak 5.465.598, sedangkan suara tidak sah sejumlah 69.254 suara.
Sebelum Pengumuman Akhir, KPU Diminta Selesaikan Semua Masalah Pilkada
Data Sandingan
Sementara, menurut Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, input data C1 ini hanya menampilkan bukan pengumuman resmi perhitungan suara Pilkada Jakarta 2017.
Dia mengatakan, data input C1 itu adalah data sandingan saja, karena KPU DKI melakukan penghitungan suara secara manual.
“Kami hanya menampilkan, bukan mengumumkan karena ini bukan hitungan resmi. Mengumumkan kalau hitungan resmi ini hanya data sanding saja,” ujar Sumarno dikutip Antara.
Pada Pilkada 2017, total Daftar Pemilih Tetap di DKI Jakarta adalah 7.108.589 suara dan KPU Jakarta telah menyiapkan 7,2 juta surat suara. Dalam Pilkada DKI Jakarta terdapat 13.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Input dan pemindaian formulir C1 hasil pemungutan suara di setiap TPS dilangsungkan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, sejak Rabu sore lalu.
Setelah dipindai, petugas operator mengunggah data agar dapat dipantau masyarakat melalui aplikasi Situng.
Sementara itu, rekapitulasi data secara manual pada tingkat kecamatan akan mulai hari ini hingga 22 Februari 2017. Kemudian, rekapitulasi berlanjut pada tingkat kota pada 22-25 Februari dan rekapitulasi tingkat provinsi pada 25-27 Februari 2017.
Rekapitulasi data secara manual itu yang akan dijadikan data resmi oleh KPU DKI Jakarta.*