Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Habib Rizieq: Tergantung Perawatnya, Pancasila Harus Dirawat Umat Islam

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 Maret 2017 08:48 8:48 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 11 Maret 2017 08:40
Bagikan
Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab berdoa di penghujung konferensi pers di AQL Islamic Center Jakarta, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Dewan Pembina GNPF MUI yang juga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menjelaskan, penafsiran Pancasila tergantung siapa yang merawatnya.

“Saat Pancasila itu dirawat oleh Bung Karno (Presiden pertama RI. Red), yang mengagumi pemikiran Karl Marx, dan yang  mencetuskan politik Nasakom (Nasional, Agama, Komunis), maka Orde Lama di bawah pimpinan Bung Karno menafsirkan Pancasila yang sesuai bisa menjadi pembenaran untuk adanya komunis,” ujarnya.

“Itu fakta,” imbuh Habib Rizieq saat ditemui hidayatullah.com di kediamannya di Jl Petamburan III, Jakarta, belum lama ini.

Padahal jika ditelusuri, kata dia, sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, bertolak belakang dengan ideologi Komunisme, Marxisme, Leninisme, maupun Ateisme.

“Tapi karena rezim penguasanya mencetuskan politik Nasakom yang di dalamnya ada komunis, tentu, kan, harus disesuaikan. Supaya kelihatannya tidak bertentangan dengan ideologi negara. Nah, akhirnya Pancasila ditafsirkan sesuai dengan keinginan si perawat,” jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Habib Rizieq: Membenturkan Pancasila dengan Islam adalah ‘Pemerkosaan’ Pancasila

Begitu pula saat Pancasila masuk era Orde Baru. “Kita tahu saat itu bahwa Soeharto ini, dia Muslim, tapi terpengaruh dengan budaya-budaya Kejawen.”

Sehingga, di era presiden kedua itu, kata Habib Rizieq, Pancasila ditafsirkan untuk menjadi pembenaran bagi lahirnya aliran kepercayaan.

“Aliran kepercayaan sampai masuk dalam putusan Tap MPR. Jangan lupa! Berarti, kan, di sini Pancasila tergantung siapa yang merawat,” lanjutnya.

Begitu Pancasila masuk di era reformasi, yang cenderung mengusung paham-paham liberal, kata dia, akhirnya Pancasila ditafsirkan dengan tafsir liberalisme.

“Sampai Pancasila itu dijadikan payung untuk melindungi aliran sesat, melindungi penista agama, semuanya pakai nama Pancasila. Antum (Anda) lihat sekarang, kan?! Nah, berarti Pancasila tergantung siapa yang merawat,” ungkapnya.

Baik-Buruknya nilai Pancasila Bergantung Siapa Perawatnya

Umat Islam Merawat Pancasila

Oleh karena itu, kata Habib Rizieq, tidak ada pilihan bagi umat Islam kecuali merawat Pancasila dengan rawatan Islam. Jangan biarkan Pancasila itu ditafsirkan seenaknya oleh orang-orang di luar Islam.

Sebab, kata dia, Pancasila sebenarnya merupakan ijtihad para ulama dulu yang masuk di BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

“Seperti KH Wahid Hasyim, (KH Hasyim) Asy’ari, ada KH Abdul Kahar Muzakir dari Muhammadiyah, ada KH Agus Salim. Jangan lupa tuh,” paparnya.

Ketua MUI: Pancasila Jerih Payah Umat Islam

Karena Pancasila peninggalan para ulama, tambahnya, maka Pancasila harus ditafsirkan sesuai dengan keinginan para peletak Pancasila itu sendiri, yaitu ulama.

“Enggak mungkin donk ulama menafsirkan Pancasila dengan tafsir-tafsir yang bertentangan ajaran Islam.

Jadi kalau Antum punya pertanyaan tadi, bagaimana cara kita menafsirkan Pancasila? Tafsirkan sesuai dengan ajaran Islam, rawat Pancasila dengan rawatan Islam. Enggak, enggak ada pilihan lain,” tandasnya menjelaskan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ajaran IslamAteismeBadan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan IndonesiaBPUPKIFront Pembela IslamHabib Rizieq ShihabideologiImam Besar FPIKetua Dewan Pembina GNPF MUIketuhanan yang maha esakomunismeleninismemarxismeNasakomNasional Agama KomunisOrde BaruOrde LamapancasilaPancasila dan ajaran IslamPanitia Persiapan Kemerdekaan Indonesiapolitik SoekarnoPPKISoehartoSoekarnotafsir Pancasilaulamaulama indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Palestina Melawan Keputusan RUU Larangan Adzan oleh Israel
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah-Nahdlatul Wathan Tandatangani MoU Kerja Sama Berbagai Bidang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?