Hidayatullah.com– Ketua MPR Zulkifli Hasan membuka kejuaraan memanah Horsebrow Tingkat Nasional gelaran Daarul Qur’an (Daqu) bersama Komunitas Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) di Lapangan Memanah dan Berkuda Pesantren Tahfizh Daqu, Ketapang, Tangerang, Banten, Ahad (04/06/2017).
Zulkifli Hasan mengatakan, memanah saat ini sedang menjadi olahraga yang populer di masyarakat. Manfaat olahraga memanah ini di antaranya, menjadikan orang fokus dan melatih kedisiplinan.
“Semoga dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang ikut olahraga memanah ini, maka akan timbul budaya baru di masyarakat Indonesia yang penuh disiplin sehingga akan membuat kita menjadi bangsa yang kuat,” ujar Zulkifli dalam sambutannya di hadapan peserta sebagaimana rilis panitia kepada hidayatullah.com.
Baca: Muhammad Sholehuddin: Hidupkan Sunnah Memanah di Perkantoran
Zulkifli juga mengapresiasi para peserta yang memakai pakaian daerah masing-masing. Ini menunjukkan Indonesia beragam dan penuh damai.
“Kita memang berbeda-beda tapi jangan sampai beda itu menjadi masalah dan kita tetap saling menghormati satu dan lainnya,” ujar Ketua Umum PAN ini.
Sementara itu, Sekjen KPBI Sunaryo Adhiatmoko, mengatakan, kejuaraan memanah Horsebrow ini baru pertama digelar di Indonesia. Kejuaraan ini diikuti oleh 130 peserta dari 12 provinsi.
Sunaryo menjelaskan, olahraga memanah Horsebrow dengan teknik thum draw ini baru berkembang dalam 3 tahun terakhir di Indonesia. “Semoga olahraga ini terus berkembang di Indonesia,” ujarnya.
Baca: Banyak Rahasia Kenapa Berkuda Disunnahkan, Ini di Antaranya!
Kejuaraan memanah tradisional ini diadakan dalam rangkaian Milad Daarul ke-14 yang jatuh pada 5 Juli 2017 mendatang. Memanah Horsebrow dengan teknik thum draw sendiri kini menjadi salah satu ekstrakurikuler yang diajarkan di Pondok Pesantren Tahfizh Daqu Tangerang.
“Kami mendukung olahraga memanah ini selain untuk membangun dan menjaga warisan budaya bangsa, juga untuk mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dimana memanah termasuk tiga olahraga selain berkuda dan berenang yang dianjurkan untuk dikuasai oleh Muslim,” ujar Tarmizi Ashidiq, Ketua Daqu.*