Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Politisi AFD: “Islam Tidak Punya Tempat di Jerman”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 September 2017 23:36 11:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2017 03:26
Bagikan
Alexander Gauland politisi partai ultra konservatif kanan AFD
Bagikan

Hidayatullah.com–Kandidat utama partai ultra konservatif kanan AfD Alexander Gauland adalah gambaran politisi Eropa yang terutama memanfaatkan Islamofobia untuk menjaring suara, kutip Deutsche Welle (DW) belum lama ini.

Wakil Ketua partai ultrakonservatif kanan AFD, Alexander Gauland (76 tahun) adalah kandidat utama partainya yang menggalang kampanye dengan isu-isu anti-imigran, anti-islam dan anti Eropa.

Dalam wawancara dengan editor DW Ines Pohl dan Jaafar Abdul Karim baru-baru ini, Gauland kembali mempertegas posisi partainya. AfD belakangan mengalami keretakan dan sengketa di tingkat jajaran pimpinan. Gauland adalah salah satu pelaku penting yang berusaha mendongkel pimpinan partai saat Frauke Petri.

Baca: Jemaat Gereja Sepi, Seorang Pendeta Jerman Izinkan Ibadah Via Twitter

Menjelang pemilu Jerman 24 September, DW mewawancarai serangkaian politisi teras, termasuk Alexander Gauland (AFD).

Gauland sebelumnya adalah anggota CDU yang sekarang dinakhodai oleh kanselir Angela Merkel. Tidak heran, dia sekarang mengeritik setiap kebijakan kanselir Jerman itu. Terutama politik pengungsi Angela Merkel.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Orang-orang ini (pengungsi) seharusnya malah tidak boleh diizinkan menginjak Jerman”, kata Gauland. Permohonan suaka politik, menurutnya, harus diajukan di luar Jerman, bahkan di luar Eropa. Sedangkan pengungsi dari daerah konflik seperti misalnya Suriah bisa diberikan status suaka yang terbatas, sesuai Konvensi Jenewa.

Baca: Kaum Muslim Khawatir Meningkatnya Islamophobia di Jerman

Partai ultra kanan AFD (Alternative für Deutschland) memang mulai naik daun setelah muncul krisis pengungsi dua tahun lalu. Gauland mengatakan, kebanyakan migran sebenarnya datang ke Jerman karena alasan ekonomi.

“Kita harus melihat kepentingan kita sendiri. Dan menerima banyak pengungsi bukanlah kepentingan Jerman”, kata Gauland.

AfD juga punya posisi berbeda dengan partai-partai politik lain di Jerman dalam isu Islam. Saat ini, ada sekitar 5 juta warga Muslim di Jerman. Tapi bagi AfD, Islam tidak punya tempat di negara ini.

“Islam sebagai entitas kebudayaan dan agama tidak punya tempat di Jerman,” tandas Gauland. „Islam, dengan hukum syariah dan beberapa posisinya adalah agama yang jelas-jelas dapat kita katakan tidak kompatibel dengan konstitusi Jerman,” tambahnya.

Baca: Komunitas Muslim Jerman: Islamophobia Akan Memperkuat Teroris

Gauland mengatakan, konstitusi Jerman memang melindungai agama seorang individu. Tapi tidak boleh ada penyusupan nilai-nilai Islam lewat pintu belakang.

Gauland sendiri menolak melakukan pertemuan dengan kalangan Muslim.

“Saya tidak punya kebutuhan untuk berbicara dengan orang Muslim dalam kapasitas resmi saya. Tapi tentu saja, saya siap berbicara dengan seseorang secara pribadi. Itu tidak malah”, katanya.

DW mewawancarai serangkaian politisi teras di Jerman dalam rangka pemilihan umum nasional yang akan diselenggarakan 24 September mendatang.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfDAlexander Gaulandanti Eropaanti IslamislamofobiaJerman anti-imigranpartai ultra konservatif kananpolitisi Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Peserta Tertahan di Jalanan dalam Aksi Bela Rohingya Dekat Borobudur Berjalan Lancar
Tulisan selanjutnya Tim Advokasi: Penangkapan Kembali Alfian Tanjung Melanggar KUHP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?